Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal

Cegah Bencana, Gadis Cantik Manado Aprilia Solerang Ini Ajak Jaga Kelestarian Alam

Bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba, tidak serta merta murni disebabkan oleh alam

Tayang:
Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Aprilia Solerang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba, tidak serta merta murni disebabkan oleh alam.

Sebab kondisi kelestarian lingkungan juga mempengaruhi terjadinya bencana.

Hal itu diungkapkan Gadis Cantik Aprilia Solerang

Alumni Fakultas Hukum Unsrat tersebut mengatakan masyarakat harus mampu berkaca dengan bencana banjir yang sering terjadi kala musim hujan

"Misalnya banjir terjadi di pemukiman padat penduduk, kalau diperhatikan faktor utama penyebab banjir, sebenarnya adalah tersumbatnya drainase," ujarnya.

Baca juga: Kelurahan Kasawari Menuju Kampung Tangguh Nusantara, Warga Gotong Royong Tarik Soma Dampar

Baca juga: Ini Titik Rawan Bencana di Minahasa Utara

Baca juga: 33 Kelurahan dari 9 Kecamatan di Manado Terdampak Bencana, Korban Jiwa 6 Orang

Selain itu, tambah dia, ekspansi hutan yang dilakukan berlebihan saat ini juga menjadi penyebab banjir dan tanah longsor, karena banyak daerah serapan air yang telah gundul

Gadis manis kelahiran Manado 20 April 1998 menambahkan jelas kondisi ini, harus diperbaiki dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam.

"Jangan sampai berbagai pembangunan dilakukan namun hal mendasar seperti menjaga kelestarian alam justru diabaikan," ujarnya

Perempuan yang hobi membaca tersebut mengatakan solusi utama mencegah terjadinya bencana adalah harus adanya keseimbangan antara pembangunan dan melestarikan alam. (drp)

Baca juga: Tak Mudah, Ini Tugas Komjen Listyo Sigit Prabowo Jika Resmi Terpilih Sebagai Kapolri

Baca juga: Pemegang Kendaraan Dinas Akan Dimintai Tanggung Jawab, WL: Jangan Ada oknum yang Tangan Gatal

CUACA EKSTREM

Seperti diberitakan, Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Minahasa Utara (Minut), patut diwaspadai oleh masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana.

Pasalnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, turut meningkatkan potensi bencana.

Dari data yang dihimpun, ada enam Kecamatan rawan bencana di Kabupaten Minahasa Utara yakni Kecamatan Likupang Timur, Kema, Airmadidi, Kauditan, Dimembe dan Kalawat

Untuk Likupang Timur ada dua desa yang rawan terjadi bencana yakni Desa Likupang I dan Likupang II

Baca juga: Tak Mudah, Ini Tugas Komjen Listyo Sigit Prabowo Jika Resmi Terpilih Sebagai Kapolri

Selain itu, banjir dan longsor juga menghantui Kecamatan Dimembe tepatnya di Desa Lumpias, Perumahan Helena Desa Matungkas dan Desa Warukapas tepatnya di kampung islam.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved