Torang Kanal
Cegah Bencana, Gadis Cantik Manado Aprilia Solerang Ini Ajak Jaga Kelestarian Alam
Bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba, tidak serta merta murni disebabkan oleh alam
Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Bencana banjir dan tanah longsor yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba, tidak serta merta murni disebabkan oleh alam.
Sebab kondisi kelestarian lingkungan juga mempengaruhi terjadinya bencana.
Hal itu diungkapkan Gadis Cantik Aprilia Solerang
Alumni Fakultas Hukum Unsrat tersebut mengatakan masyarakat harus mampu berkaca dengan bencana banjir yang sering terjadi kala musim hujan
"Misalnya banjir terjadi di pemukiman padat penduduk, kalau diperhatikan faktor utama penyebab banjir, sebenarnya adalah tersumbatnya drainase," ujarnya.
Baca juga: Kelurahan Kasawari Menuju Kampung Tangguh Nusantara, Warga Gotong Royong Tarik Soma Dampar
Baca juga: Ini Titik Rawan Bencana di Minahasa Utara
Baca juga: 33 Kelurahan dari 9 Kecamatan di Manado Terdampak Bencana, Korban Jiwa 6 Orang
Selain itu, tambah dia, ekspansi hutan yang dilakukan berlebihan saat ini juga menjadi penyebab banjir dan tanah longsor, karena banyak daerah serapan air yang telah gundul
Gadis manis kelahiran Manado 20 April 1998 menambahkan jelas kondisi ini, harus diperbaiki dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kelestarian alam.
"Jangan sampai berbagai pembangunan dilakukan namun hal mendasar seperti menjaga kelestarian alam justru diabaikan," ujarnya
Perempuan yang hobi membaca tersebut mengatakan solusi utama mencegah terjadinya bencana adalah harus adanya keseimbangan antara pembangunan dan melestarikan alam. (drp)
Baca juga: Tak Mudah, Ini Tugas Komjen Listyo Sigit Prabowo Jika Resmi Terpilih Sebagai Kapolri
Baca juga: Pemegang Kendaraan Dinas Akan Dimintai Tanggung Jawab, WL: Jangan Ada oknum yang Tangan Gatal
CUACA EKSTREM
Seperti diberitakan, Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Minahasa Utara (Minut), patut diwaspadai oleh masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana.
Pasalnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, turut meningkatkan potensi bencana.
Dari data yang dihimpun, ada enam Kecamatan rawan bencana di Kabupaten Minahasa Utara yakni Kecamatan Likupang Timur, Kema, Airmadidi, Kauditan, Dimembe dan Kalawat
Untuk Likupang Timur ada dua desa yang rawan terjadi bencana yakni Desa Likupang I dan Likupang II
Baca juga: Tak Mudah, Ini Tugas Komjen Listyo Sigit Prabowo Jika Resmi Terpilih Sebagai Kapolri
Selain itu, banjir dan longsor juga menghantui Kecamatan Dimembe tepatnya di Desa Lumpias, Perumahan Helena Desa Matungkas dan Desa Warukapas tepatnya di kampung islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/aprilia-solerang.jpg)