Berita Sulawesi Utara
Pandemi Covid-19, Kredit Perusahaan Pembiayaan di Sulut Malah Tumbuh Dua Digit
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut), Darwisman mengatakan, kredit perusahaan pembiayaan di Sulut hingga Oktober.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meskipun pandemi Covid-19, performa perusahaan pembiayaan di Sulut relatif baik.
Pasalnya, di tengah tekanan kondisi perekonomian akibat pandemi, perusahaan pembiayaan di Sulut masih bisa membubukan pertumbuhan realisasi kredit.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut), Darwisman mengatakan, kredit perusahaan pembiayaan di Sulut hingga Oktober 2020 mencapai Rp 6,40 triliun.
"Kredit perusahaan pembiayaan tumbuh 10,63 persen year to date dan 14,54 year on year," kata Darwisman kepada Tribun Manado.
Terincikan, kredit perusahaan pembiayaan terbesar ada di segmen multiguna.
Per Oktober 2020, kredit perusahaan pembiayaan segmen multiguna mencapai Rp 5,03 triliun. Angka tersebut tumbuh 17,99 YtD dan tumbuh 21,88 persen YoY.
Selanjutnya, kredit modal kerja perusahaan tumbuh 5,43 persen (YtD) dan 27,24 YoY. Di mana realisasi kredit modal kerja perusahaan pembiayaan di Sulut per Oktober 2020 mencapai Rp 254 milir.
Sementara itu, realisasi kredit investasi perusahaan pembiayaan menjadi pengecualian karena turun -9, 89 persen (YtD) dan turun -7, 36 persen (YoY).
Per Oktober 2020, realisasi kredit investasi perusahaan pembiayaan di Sulut tercatat Rp 1,05 triliun. Bandingkan dengan pencapaian pada akhir Desember 2019 mencapai Rp 1,16 triliun.
Darwisman menjelaskan, kredit perusahaan pembiayaan masih bisa tumbuh karena model pembiayaan yang masih bisa dijangkau masyarakat.
Misalnya, pinjaman dana tunai dengan agunan dokumen kendaraan bermotor, pembiayaan gadai dan pembiayaan ultra mikro lainnya (ndo)
Baca juga: Istri Sah Aldebaren Tak Kuat dan Ancam Balik Netizen yang Minta Suaminya Jadian Beneran dengan Andin
Baca juga: Mulai Dilaunching Esok, Dinkes Tomohon Siapkan 18 Vaksinator
Baca juga: Berkurang, Kini Jumlah Calon Penerima Vaksin Sinovac di Tomohon Menjadi 1.380 Tenaga Kesehatan
Kredit Perusahaan Pembiayaan di Sulut
- Oktober 2020
Investasi Rp 1,05 triliun (-9, 89% YtD dan -7, 36% YoY)
Modal kerja Rp 254 miliar (5, 43% YtD dan 27,24 YoY)
Multiguna Rp 5,03 triliun (17, 99% YtD dan 21,88% YoY)
Total Rp 6,401 triliun (10,63% YtD dan 14,54% YoY)
NPF 2,56 persen - Desember 2019
Investasi Rp 1,16 triliun
Modal kerja Rp 241 miliar
Multiguna Rp 4,26 triliun
Total Rp 5,67 triliun
NPF 2,72 persen
(Sumber Data: OJK Sulutgomalut)
Baca juga: Video Klarifikasi Raffi Ahmad soal Dirinya Langgar Prokes Usai Divaksin: Saya Minta Maaf . .
Baca juga: Peringatan Dini Besok Jumat 15 Januari 2021, BMKG: 7 Wilayah Ini Potensi Hujan Petir & Angin Kencang
Baca juga: Pemkab Bolmong Siapkan Cadangan Beras 7,5 Ton Pada Tahun Ini