Penumpang Sriwijaya Air
Masalah Swab PCR Buat Dua Pria Ini Lolos dari Maut, Nama Ada di Manifest Sriwijaya Air, Ini Kisahnya
Namanya ada dalam data manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air. Namun ternyata kedua pria ini tak jadi naik pesawat Sriwijaya Air.
"Dadah kita pulang dulu ya," begitu kiranya ucapan Ratih di video tersebut.
Irfan mengaku mengantar Ratih dan orangtuanya ke Bandara untuk kembali ke Pontianak.
Dikatakan Irfan, seharusnya orangtuanya terbang pukul 07:00 WIB pagi hari Sabtu.
"Tapi karena ada peralihan. Jadi kita itu jalan dari Bandung Jumat, sampai Jakarta malam, berharap paginya terbang," ucapnya dikutip TribunJakarta.com dilansir dari YouTube Beepdo.com, Senin (11/1/2021).
Namun, Irfan mengaku jadwal penerbangan orangtua dan adiknya dipindahkan pukul 13:00 WIB.
"Dalam pesawat itu ada bapak, ibu, adik, keponakan saya dua orang, nah itu jadwalnya hari Sabtu digeser ke 13:30 WIB," tutur Irfan.
Irfan membantu mengurus semua persiapan orangtua dan adiknya pulang ke Pontianak.
Mulai dari mengantar ke bandara, cek in, sampai urusan bagasi.
"Sudah selesai, orangtua saya tinggal masuk ke dalam," ucap Irfan.
Setelah orangtua dan adik naik pesawat, Irfan mendapat kabar duka pada pukul 16:00 WIB.
Seketika, Irfan langsung pergi ke bandara Soekarno-Hatta.
"Di sini udah ada tulisan dan udah dipastikan pesawat jatuh," ucap Irfan.
Irfan mengaku yakin orangtua dan adiknya menaiki pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
"Karena memang saya yang nganter sendiri, saya yang cek in, saya sudah pastikan ada orangtua di dalam,"
"Pas saya lihat manifest ada semua," tutur Irfan.