Penanganan Covid
Pandemi Covid-19, Kredit Perbankan di Sulut Tumbuh Tipis 0,54 Persen
Pandemi Covid-19 berdampak besar pada kinerja perbankan di Sulut. Pandemi Covid-19 turut menekan upaya perbankan melakukan ekspansi kredit
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Covid-19 berdampak besar pada kinerja perbankan di Sulut.
Pandemi Covid-19 turut menekan upaya perbankan melakukan ekspansi kredit.
Hal ini tercermin pada angka penyaluran kredit perbankan yang tumbuh tipis pada penghujung tahun 2020.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut), kredit perbankan per Oktober 2020 mencapai Rp 41 triliun.
Baca juga: Awal Januari Cuaca Manado Cerah, BMKG Imbau Tetap Harus Waspada Cuaca Ekstrem
Baca juga: Melly Goeslaw Hapus Postingan soal dr Tirta: Lebih Baik Saya Fokus Berkarier
Baca juga: Profesi MYD Terungkap, Pekerjaan Michael Yukinobu de Fretes Tak Kalah Hebat dari Gisel
Angka ini naik tipis dibanding dengan posisi kredit akhir 2019 yang berada di angka Rp 40,7 triliun.
"Realisasi kredit perbankan tumbuh 0,54 persen Year to Date (YtD) dan tumbuh 0,68 persen Year on Year (YoY)," ujar Kepala JK Sulutgomalut, Darwisman, Selasa (12/01/2020).
Darwisman bilang, pandemi Covid-19 berdampak ke semua sektor. Pelaku usaha yang selama ini jadi konsumen pembiayaan perbankan kesulitan.
Termasuk di dalamnya pelaku UMKM dan sektor korporasi swasta. "Bank kesulitan untuk memasarkan kreditnya akibat banyak usaha yang bisnisnya merugi. Bahkan ada yang kolaps," ujarnya.
Baca juga: Gejala-gejala Virus Corona Varian Baru, Waspada pada 7 Kondisi Ini
Baca juga: Nia Ramadhani Cerita soal Curhatan Mainaka, Anak Keduanya, Mengeluh karena Selalu Diminta Mengalah
Kata dia, apa yang terjadi di Sulut juga menggambarkan angka nasional. Kondisi ekonomi makro sedang berat akibat adanya pandemi Covid-19. "Ini karena kondisi luar biasa," jelasnya.
Katanya, kondisi tersebut membuat bank tak bisa ekspansi dan lebih fokus bertahan menjaga likuiditasnya saja.
"Bank akan berupaya jangan sampai kolaps. Jika melihat performa bank di Sulut, ada pertumbuhan meskipun tipis itu sudah baik," jelasnya.
Baca juga: Gejala-gejala Virus Corona Varian Baru, Waspada pada 7 Kondisi Ini
DPK dan aset tumbuh
Di lain pihak, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulut masih bisa tumbuh 17 persen YtD dan tumbuh 12,29 persen YoY.
Per Oktober 2020, penghimpunan DPK perbankan di Sulut mencapai Rp 31,25 triliun. Bandingkan dengan posisi akhir Desember 2019 sebesar Rp 26,7 triliun.
Sedangkan total aset perbankan, per Oktober 2020 mencapai Rp 70 triliun. Angka ini tumbuh 12,07 persen YtD dan tumbuh 10,6 persen YoY.
Per akhir Desember 2019, total aset bank-bank yang ada di Sulut mencapai Rp 62,6 triliun.
"Secara umum kinerja perbankan di Sulut relatif baik karena NPL 3,44 persen dengan LDR 130,9 persen," jelas Darwisman.
Baca juga: Daihatsu Sigra Raih Penghargaan ‘The Best Total Cost Ownership’
Kinerja Perbankan di Sulut
Kredit
#Oktober 2019 Rp 40,63 triliun
#Desember 2019 Rp 40,7 triliun
#Oktober 2020 Rp 41 triliun (tumbuh 0,54% YtD dan 0,68% YoY)
Total aset
#Oktober 2019 Rp 63,42 T
#Desember 2019 Rp 62,6 T
#Oktober 2020 Rp 70,14 T (12, 07%YtD dan 10,6 YoY)
DPK
#Oktober 2019 Rp 27,83 T
#Desember 2019 Rp 26,7 T
#Oktober 2020 Rp 31,25 (naik 17,07% YtD dan 12,29% YoY)
NPL 3,44%
LDR 130%
Sumber: OJK Sulutgomalut