Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolsel

Bupati Bolsel Ikut Rakernas Bahas Pangan Bareng Presiden Jokowi Via Virtual 

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tentang pembangunan pertanian tahun 2021

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Bupati Bolsel Ikut Rakernas Bahas Pangan Bareng Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tentang pembangunan pertanian tahun 2021, di Istana Negara Selasa (12/01/2021).

Rapat tersebut digelar Presiden bersama seluruh Kepala daerah Kabupaten/Kota secara virtual.

Salah satunya di Kabupaten Bolsel, dimana pada Rakernas perdana tahun 2021 itu, Bupati Bolsel Hi. Iskandar Kamaru yang didampingi Kepala Dinas Pertanian, Marwan Makalalag juga turut serta mengikuti agenda Raker Nasional dari ruang kerja Bupati.

Dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Sektor Pertanian dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19”,  rapat dibuka secara langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo.

Baca juga: Kesbangpol Kotamobagu Siapkan Anggaran Rp 680 Juta untuk Banpol

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Mohon Doa Kelancaran Pembangunan Public Beach Premonade Malalayang

Baca juga: Wanita Ini Kaget Namanya Masuk Manifes Penumpang Pesawat Sriwijaya Air, KTP Digunakan Orang Lain

Dikatakan Mentan, Rakernas digelar dalam rangka penyusunan program kerja Kementerian Pertanian tahun 2021.

“Dengan arah pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern,” kata Mentan.

Arah pembangunan Kementerian Pertanian yakni, meningkatkan produktifitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktifitas, dan diversifikasi pangan. 

Baca juga: Pemkab Bolmut Percaya BSG, Tempatkan Rp 15 Miliar Dana Deposito di Torang pe Bank 

Baca juga: 15 Kelompok Industri Kecil Menengah Terima Bantuan dari Disperindagkop Bolsel

Dan tentunya mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekspor yakni, meningkatkan produktifitas pertanian dimana daerah yang mengalami defisit akan dikunjungi dan diberikan solusi.

“Setiap provinsi harus ada pangan lokal seperti Pisang, Sagu, dan Sorgum,” tambah Mentan.

Baca juga: Penetapan Calon Bupati Boltim Terpilih Terancam Molor, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada Rakernas Pertanian 2021 mengatakan, dalam kondisi Pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi paling sentral, Food and Agriculture Organization (FAO) sudah memperingatkan bahwa potensi terjadinya krisis pangan, dan hal ini perlu diantisipasi.

“Distribusi pangan dunia menjadi terkendala dan diketahui, dalam minggu terakhir ini kedelai menjadi isu paling disorot,” katanya.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi mewanti-wanti untuk berhati hati dalam melakukan pengelolaan pangan dan kedepan harus lebih serius lagi.

Hal ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai Rp 270 juta lebih. 

Baca juga: Bupati dan Wabup Bolsel Siap Ikut Divaksin Covid-19 

Oleh sebab itu pengelolaan terkait pangan harus menjadi ‘concern’ utama, pembangunan pertanian harus serius secara detail.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved