Berita Bitung
2 Kali Lolos, Kini Marga Residivis Mencuri HP Dilumpukan Tim Tarsius, Sempat Lari Saat Diamankan
Sepak terjang dua residivis pria AP alias Marga dan SS alias Sahrul, terduga tersangka pencurian handphone dan diduga otak penyerangan di kampung cand
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Sepak terjang dua residivis pria AP alias Marga dan SS alias Sahrul, terduga tersangka pencurian handphone dan diduga otak penyerangan di kampung candi pante.
Akhirnya terhenti, setelah berhasil dilumpuhkan Tim Tarsius Polres Bitung dengan cara diberikan tindakan tegas dan terukur.
Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw, membenarkan Tim Tarsius Polres Bitung dibawah pimpinan Komandan Tim (Katim) Bripka Angky Koagow berhasil mengamankan para pelaku pada Senin (11/1/2021).
“Iya diberi tindakan tegas terukur di kedua kaki, satu diantara tersangka,' kata Frelly Selasa (12/1/2021).

Sementara itu Bripka Angky Koagouw dalam keterangannya bilang, untuk peristiwa pencurian handphone terjadi pada 14 Desember 2020 banyak tempat.
“Beberapa diantaranya di Kelurahan Tandurusa, pelabuhan dan di salah satu rumah warga yang berada di kompleks Kelurahan Bitung Barat 1, Kecamatan Maesa satu,” kata Katim Angky sapaannya.
Lanjut pria bertubuh tinggi besar dan rambut gondrong, para terduga tersangka juga diduga menjadi otak penyerangan kampung Candi Pante Kelurahan Bitung Kecamatan Maesa pada 29 Oktober 2020.
Dua kasus itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP//I/2021/Res Btg/Sek maesa tanggal 5 Januari 2021 dan Laporan Polisi Nomor : LP/08/2021/Sulut/Res Btg tanggal 11 Januari 2021.

Kedua terduga tersangka tercatat sebagai warga satu diantara kelurahan di Kecamatan Maesa Kota Bitung.
Adapun kronologis penangkapan para terduga tersangka, pada hari Senin (11/1/2021) sekitar pukul 02.30 wita ,Tim Tarsius telah melakukan pengembangan selama satu minggu.
Awalnya tim mendapatkan info bahwa pelaku Marga sedang pesta miras di kompleks candi Bagoyang Kelurahan Bitung Barat.
Tim langsung menyusun strategi, agar bisa menangkap mereka.
“Ya ini kami lakukan, karena para pelaki sudah dua kali di grebek namun berhasil melarikan diri. Selain itu di lokasi kejadian banyak gang-gang (lorong) kecil yang mempersulit tim untuk melakukan penangkapan,” ceritanya.
Setelah kurang lebih satu jam tim menyusun strategi, tim pun langsung melakukan pengrebekan.
Kedatangan petugas sempat di ketahui tersangka Marga, yang langsung melompat ke belakang rumah untuk melarikan diri.