News Analysis
Tiba di Sulut, Vaksin Covid-19 Mendapat Perhatian dari Pengamat Kesehatan
Vaksin Covid-19 dikabarkan telah tiba di Manado, Selasa lalu melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Vaksin Covid-19 dikabarkan telah tiba di Manado, Selasa lalu
melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Hal itu menjadi perhatian dari pengamat kesehatan Epidemolog sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas Negeri Manado Jonesius Manoppo terkait kualitas vaksin dalam menangani
masalah pandemic Covid-19.
BERITA PILIHAN EDITOR :
Baca juga: FAKTA Sebenarnya soal Bendera Merah Putih saat Demo Pendukung Trump di Capitol Hill, Ini Sejarahnya!
Baca juga: Tangis Elly Lasut dan Hillary Pecah di Saat-saat Terakhir Bersama Telly Tjanggulung
Baca juga: Misteri Kematian Anggota DPRD Berusia 29 Tahun Pendukung Jokowi, Padahal Rencana Nikah Februari 2021
TONTON JUGA :
Ia mengatakan vaksin yang telah melewati uji klinis bisa melindungi masyarakat, ada beberapa
laporan ilmiah yang menyatakan bahwa vaksin yang ada saat ini cukup efektif.
Karena bukti-bukti ilmiah tersebut maka pemerintah berani untuk membeli vaksin tersebut.
Belajar dari pengendalian beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, bisa dikatakan
pemberian vaksin dapat menekan laju pertambahan kejadian penyakit.
Pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk meyakinkan masyarakat, mulai dengan kampanye
keamanan vaksin oleh presiden dan jajarannya, kesediaan pemerintah untuk menjadi teladan dan
terdepan menerima vaksin, menyediakan vaksin dengan gratis, membantu distribusi, sampai
mengusahakan label halal,
Tapi karena vaksin ini sesuatu yang baru banyak orang diliputi kecemasan dan ketakutan akibat
terpengaruh hoax dan tidak mendapatkan literasi yang benar mengenai vaksin ini.
Jadi dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus untuk menangkal hoax dan membangkitkan keyakinan.
Strategi sosialisasi paling baik dengan memberdayakan masyarakat melalui toga dan tomas,
membina suasana lingkungan sosial yang kondusif untuk menerima vaksin ini.
Di tahap awal ini vaksin masih diberikan untuk pejabat publik dan tenaga kesehatan, sistem yang
dibangun pemerintah cukup ampuh untuk mencegah penyimpangan.
Tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksin sudah terdaftar berdasarkan nama, NIK,
nomor telepon dan fasilitas kesehatan dimana yang bersangkutan bekerja.
Pemberian vaksin ini juga akan terjadwal, serentak dan diawasi pelaksanaannya oleh aparat.
Dosis yang disediakan cukup terbatas, mengingat vaksin ini sangat sensitif terhadap suhu
lingkungan maka bisa saja ada yang rusak saat distribusi, sehingga perlu diperhatikan apa yang
disebut dengan rantai dingin.
Yang penting ialah tidak boleh berhenti memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa tidak ada
pandemi yang selesai dengan vaksin, vaksin hanya membantu mengendalikan penularan, sekalipun
sudah menerima vaksin, protokol kesehatan 3M tetap harus dilaksanakan sampai penularan benar-benar bisa dikontrol.
(Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw)
BERITA TERPOPULER :
Baca juga: Kebakaran Tadi Pagi Pukul 04.00, Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, Toko Milik Korban Ludes Terbakar
Baca juga: Kecelakaan Maut, Pemotor Vario Tewas di Tempat Setelah Tabrakan dengan Kendaraan Truk
Baca juga: Saipullah Kaget & Tak Percaya, Kalau Dia Mendapat Hadiah Utama Mobil Ertiga dari Undian BRI
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/indonesia-berpotensi-lockdown-pengamat-kesehatan-sebut-konsekuensinya-ekonomi-merosot.jpg)