Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News Analysis

Tiba di Sulut, Vaksin Covid-19 Mendapat Perhatian dari Pengamat Kesehatan

Vaksin Covid-19 dikabarkan telah tiba di Manado, Selasa lalu melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Jonesius Manoppo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Vaksin Covid-19 dikabarkan telah tiba di Manado, Selasa lalu

melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Hal itu menjadi perhatian dari pengamat kesehatan Epidemolog sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan

Masyarakat Universitas Negeri Manado Jonesius Manoppo terkait kualitas vaksin dalam menangani

masalah pandemic Covid-19.

BERITA PILIHAN EDITOR :

Baca juga: FAKTA Sebenarnya soal Bendera Merah Putih saat Demo Pendukung Trump di Capitol Hill, Ini Sejarahnya!

Baca juga: Tangis Elly Lasut dan Hillary Pecah di Saat-saat Terakhir Bersama Telly Tjanggulung

Baca juga: Misteri Kematian Anggota DPRD Berusia 29 Tahun Pendukung Jokowi, Padahal Rencana Nikah Februari 2021

TONTON JUGA :

Ia mengatakan vaksin yang telah melewati uji klinis bisa melindungi masyarakat, ada beberapa

laporan ilmiah yang menyatakan bahwa vaksin yang ada saat ini cukup efektif.

Karena bukti-bukti ilmiah tersebut maka pemerintah berani untuk membeli vaksin tersebut.

Belajar dari pengendalian beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, bisa dikatakan

pemberian vaksin dapat menekan laju pertambahan kejadian penyakit.

Pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk meyakinkan masyarakat, mulai dengan kampanye

keamanan vaksin oleh presiden dan jajarannya, kesediaan pemerintah untuk menjadi teladan dan

terdepan menerima vaksin, menyediakan vaksin dengan gratis, membantu distribusi, sampai

mengusahakan label halal,

Tapi karena vaksin ini sesuatu yang baru banyak orang diliputi kecemasan dan ketakutan akibat

terpengaruh hoax dan tidak mendapatkan literasi yang benar mengenai vaksin ini.

Jadi dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus untuk menangkal hoax dan membangkitkan keyakinan.

Strategi sosialisasi paling baik dengan memberdayakan masyarakat melalui toga dan tomas,

membina suasana lingkungan sosial yang kondusif untuk menerima vaksin ini.

Di tahap awal ini vaksin masih diberikan untuk pejabat publik dan tenaga kesehatan, sistem yang

dibangun pemerintah cukup ampuh untuk mencegah penyimpangan.

Tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksin sudah terdaftar berdasarkan nama, NIK,

nomor telepon dan fasilitas kesehatan dimana yang bersangkutan bekerja.

Pemberian vaksin ini juga akan terjadwal, serentak dan diawasi pelaksanaannya oleh aparat.

Dosis yang disediakan cukup terbatas, mengingat vaksin ini sangat sensitif terhadap suhu

lingkungan maka bisa saja ada yang rusak saat distribusi, sehingga perlu diperhatikan apa yang

disebut dengan rantai dingin.

Yang penting ialah tidak boleh berhenti memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa tidak ada

pandemi yang selesai dengan vaksin, vaksin hanya membantu mengendalikan penularan, sekalipun

sudah menerima vaksin, protokol kesehatan 3M tetap harus dilaksanakan sampai penularan benar-benar bisa dikontrol.

(Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw)

BERITA TERPOPULER :

Baca juga: Kebakaran Tadi Pagi Pukul 04.00, Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, Toko Milik Korban Ludes Terbakar

Baca juga: Kecelakaan Maut, Pemotor Vario Tewas di Tempat Setelah Tabrakan dengan Kendaraan Truk

Baca juga: Saipullah Kaget & Tak Percaya, Kalau Dia Mendapat Hadiah Utama Mobil Ertiga dari Undian BRI

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved