BBM DI Sulawesi Utara
Imbas Kenaikan Harga: Operator SPBU di Bolmong Keluhkan BBM Non Subsidi yang Sepi Peminat
Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.
- Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melaporkan penurunan penjualan yang drastis, bahkan menyentuh angka nol untuk produk tertentu.
- Kondisi ini terpantau di SPBU Kosio. Denny, salah seorang operator di sana, mengungkapkan bahwa produk kelas atas seperti Pertamina Dex kini kehilangan pasarnya sama sekali.
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melaporkan penurunan penjualan, bahkan menyentuh angka nol untuk produk tertentu.
Kondisi ini terpantau di SPBU Kosio, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolmong.
Denny, salah seorang operator di sana, mengungkapkan bahwa produk kelas atas seperti Pertamina Dex kini kehilangan pasarnya sama sekali.
Pertamina Dex adalah bahan bakar diesel kualitas tertinggi dari Pertamina dengan angka setana (cetane number) minimal 53 dan kandungan sulfur sangat rendah (<50>
"Yang kita jual disini Pertamina Dex, tapi sama sekali tak ada yang beli," kata Denny saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (26/4/2026).
Denny menambahkan bahwa meskipun stok Dexlite belum masuk, ketersediaan solar subsidi masih terjaga.
Namun, ia tak menampik adanya hambatan operasional akibat perubahan harga ini.
"Tak ada yang beli. Makanya kami kesulitan untuk jual dengan harga terbaru," tegasnya.
Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU Komangaan.
Di tengah sepinya peminat produk non-subsidi, antrean kendaraan justru menumpuk di jalur solar subsidi.
Fenomena ini diduga kuat terjadi karena konsumen mulai beralih (shifting) demi menekan biaya operasional.
"Tak ada yang beli dengan harga segitu. Bahkan saat ini antrian solar subsidi lebih panjang," ujar salah satu operator di SPBU tersebut.
Tak hanya kehilangan pembeli, pihak SPBU kini harus memutar otak untuk menghabiskan stok lama.
Kenaikan harga membuat perputaran barang menjadi sangat lambat.
"Ini sudah seminggu tapi stoknya masih banyak. Susah mau habiskan stok yang masuk," tandasnya.
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
| BMKG Mendeteksi Adanya Gempa Bumi di Belu NTT, Senin 27 April 2026 |
|
|---|
| Gempa Bumi di Bitung Sulut, Senin 27 April 2026, BMKG: Magnitudo 2,8 |
|
|---|
| BMKG Mendeteksi Adanya Gempa Bumi di Seram Bagian Barat Maluku, Senin 27 April 2026 |
|
|---|
| Info BMKG: Gempa Bumi di Waropen Papua, Senin 27 April 2026, Kedalaman 10 Kilometer |
|
|---|
| BMKG Mendeteksi Gempa Bumi di Biak Numfor Provinsi Papua, Senin 27 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/SPBU-Di-Kabupaten-Bolaang-Mongondow-Bolmong-Sulawesi-Utara-IYCF.jpg)