Internasional
Trump Dituding China Memulai Perang Dingin Baru, Tendang 3 Perusahaan China di Bursa Wall Street
Termasuk tuduhan dari Presiden Donald Trump bahwa China menggunakan pasar Amerika Serikat (AS) untuk mengumpulkan uang bagi militernya
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bursa Efek New York bergerak untuk menghapus tiga perusahaan yang berbasis di China.
Hal ini membuat China menuduh pemerintahan Trump berusaha "menekan" perusahaan asing.
Penghapusan tersebut terjadi setelah tekanan selama berbulan-bulan.
Termasuk tuduhan dari Presiden Donald Trump bahwa China menggunakan pasar Amerika Serikat (AS) untuk mengumpulkan uang bagi militernya.
"Jenis penyalahgunaan keamanan nasional dan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan China tidak sesuai dengan aturan pasar dan melanggar logika pasar," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan, menurut Reuters pada Minggu (3/1/2021).
Secara terpisah, Wang Yi mengatakan pada Sabtu bahwa kebijakan Trump sama dengan "upaya untuk menekan China dan memulai Perang Dingin baru."
Menurutnya, hubungan China-AS telah mencapai persimpangan jalan baru, dan jendela harapan baru terbuka.
Dia berharap bahwa pemerintahan AS berikutnya akan kembali ke pendekatan sensitif.
“Dialog dengan China diharap bisa dilakukan, memulihkan hubungan bilateral normal dan memulai kembali kerja sama,” Wang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Xinhua yang disponsori negara.
Presiden terpilih Joe Biden mengatakan AS harus bekerja erat dengan sekutu globalnya saat perselisihan dengan China muncul.
Pekan lalu di Delaware, dia mengatakan AS bersaing dengan China.
Beijing diminta bertanggungjawab atas pelanggarannya dalam hal perdagangan, teknologi, hak asasi manusia, dan bidang lainnya.
“Posisi kami akan lebih kuat ketika kami membangun koalisi mitra, dan sekutu yang berpikiran sama untuk membuat tujuan bersama dengan kami, dalam membela kepentingan dan nilai-nilai kita bersama, "katanya melansir Business Insider pada Minggu (4/1/2021)
Pejabat di Beijing pada Sabtu mengatakan mereka akan mengambil "tindakan yang diperlukan" untuk mendukung perusahaan China yang dihapus dari daftar di Wall Street, menurut Reuters.
Pada November, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menuduh pejabat China "semakin mengeksploitasi" pasar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ternyata-ini-alasan-mengapa-chinalebih-ingin-donald-trump-menang-pilpres-amerika-serikat.jpg)