Breaking News:

Penanganan Covid

CoronaVac Tiba di Sulut, Nakes Berharap Tak Menjadi Senjata Terakhir Pemerintah

Vaksin jenis CoronaVac buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac telah tiba di Sulawesi Utara, Selasa (5/1/2021)

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Dokter Jacob Pajan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Vaksin jenis CoronaVac buatan perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac telah tiba di Sulawesi Utara, Selasa (5/1/2021).

Menurut keterangan Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Steavan Dandel, sebanyak 22.104 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) akan menerima vaksin ini di tahap I yang akan dimulai pada 14 Januari 2021.

Dokter Jacob Pajan, selaku salah satu tenaga kesehatan (nakes) di RSUP Prof. Kandouw mengaku senang turut mendapatkan giliran pertama.

Hal ini dikarenakan nakes sebagai garda terdepan dianggap harus memiliki senjata ampuh terlebih dahulu untuk melawan Covid-19 agar bisa menangani pasien.

Baca juga: Tenaga Medis Bolmong Bersiap untuk Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Disdik Minahasa Putuskan Tahun Ajaran 2020/2021 Masih Gunakan Pembelajaran Jarak Jauh

Baca juga: 8 Fakta Meninggalnya Telly Tjanggulung, Mantan Bupati Mitra, Istri Bupati Talaud, Ibu Hillary Lasut

Meski vaksin ini sempat mendapatkan kontroversi terkait keakuratannya yang masih diragukan dalam memberantas virus corona penyebab penyakit Covid-19, Jacob mengaku menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada pemerintah.

CoronaVac sendiri merupakan vaksin asal Cina yang ditolak banyak Negara karena belum menjalani proses uji klinis tahap terakhir.

Selain itu, akurasinya dinilai hanya sekitar 60-70 persen ampuh melawan virus SARS-CoV-2

“Pada dasarnya vaksin jika sudah ada harus langsung diberikan. Pasti pemerintah sudah punya alasan sendiri jadi kita percaya aja sama pemerintah karena sudah dibeli dengan harga ratusan juta, pasti tidak sembarangan,” kata Jacob saat dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Jokowi: Indonesia Sudah Pesan 329,5 Juta Dosis Vaksin, Januari Distribusi 5,8 Juta Dosis Vaksin

Namun Jacob berharap vaksin ini tidak menjadi senjata terakhir bagi pemerintah.

Sosialisasi penerapan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, treatment) tetap harus dijalankan karena ditakutkan vaksin yang diberi belum berkhasiat 100 persen.

Namun Jacob tetap tak menutup harapan bahwa dengan adanya vaksin, hidup bisa kembali normal dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

“Kita sudah terlalu lama menghadapi pandemi ini, sudah satu tahun lebih kan. Kasihan juga masyarakat yang tidak bisa bekerja karena pandemi,” tutup Jacob.(*)

Baca juga: Kodam XIII/Merdeka Gelar Perayaan Natal, Ini Pesan Pangdam Mayjen TNI Santos Matondang

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

 
 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved