Covid19
Menkes Budi Gunadi Sebut Varian Baru Covid-19 Mudah Menular Tapi Tidak Fatal
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian virus baru Corona atau SARS-CoV-2/B117 mudah menular.
"Ancaman varian baru Covid-19 yang semula di temukan di Inggris adalah nyata. Saya memohon agar masyarakat dapat menanggapi hal ini dengan serius dan bersungguh-sungguh dalam penerapan protokol kesehatan," kata Azis.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memantau informasi pengumuman dari pemerintah secara berkelanjutan. Pemerintah juga diminta bekerja keras dalam menekan penyebaran Covid-19 menjelang akhir tahun 2020.
"Seraya menunggu perkembangan informasi varian baru ini, saya minta masyarakat agar cukup merayakan malam tahun baru dari rumah masing-masing saja. Stay at home, dan jalankan protokol kesehatan," ucapnya.
"DPR mendesak aparat untuk tegas dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan, baik pada pelaku usaha maupun individu masyarakat. Aparat juga agar memberi contoh yang benar terhadap protokol 3M," tambahnya.
Vaksin Mempan
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD.KHOM meyakini bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini dalam proses produksi, ampuh dalam mencegah varian baru virus corona berkode B117.
"(Vaksin) Hampir pasti efektif. Belum 100% yakin karena harus dibuktikan dengan penelitian," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa saat ini sedang dikerjakan 2 vaksin yang dapat mempan untuk mengatasi varian baru ini. Para ahli optimistis bahwa vaksinasi akan memiliki kekebalan di banyak tempat. Sebentar lagi kita akan dapat data yang lebih solid," ujarnya.
Menurut Zubair, keefektifan vaksin bisa dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut terhadap pasien yang terinfeksi varian baru corona. Menurutnya, penelitian ini sedang dilakukan para peneliti.
"Hampir pasti tetap efektif (vaksin mempan terhadap varian baru corona). (Meski) belum 100 persen yakin, tapi harus dibuktikan penelitian mengikutsertakan pasien-pasien dengan varian baru," ujar Zubair.