Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal dan Tahun Baru

Umat Kristen Ibadah Natal dan Tahun Baru dari Rumah, Hasil Kesepakatan Forkopimda dan Tokoh Agama

Umat kristen di Sulut akan menggelar ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru di rumah. Ibadah di gereja tetap dibuka namun dibatasi untuk pengurus

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Gubernur Sulut Olly Dondokambey didampingi Wagub Steven Kandouw sesuai hasil kesepakatan bersama organisasi gereja dan tokoh -tokoh agama 

TRIBUNMANADO. CO. ID, MANADO - Umat kristen di Sulut akan menggelar ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru di rumah.

Meski begitu Rumah Ibadah tetap dibuka namun dibatasi untuk pengurus gereja saja. 

Demikian disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey didampingi Wagub Steven Kandouw sesuai hasil kesepakatan bersama organisasi gereja dan tokoh-tokoh agama, Forkopimda dan FKUB di Sulut ketika pertemuan di Kantor Gubernur,  Senin (21/12/2020).

“Kita tidak menutup tetapi meminta penyelenggaraan di rumah-rumah ibadah dibatasi pada pengurus-pengurus,” kata Olly

Baca juga: Mencegah Masalah Kesehatan Masyarakat di Sulawesi Utara dengan Mengonsumsi Ikan Cakalang

Baca juga: Personel Kodim Bitung Jadi Sinterklas dan Bagikan Bingkisan ke Anak-Anak

Baca juga: Olly Dondokambey Terima Hasil Pemeriksaan Dana Covid-19 dari BPK

Artinya jemaat bisa beribadah  silahkan live streaming dari rumah masing-masing

"Upaya ini kita lakukan untuk  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," kata dia.

Olly menerangkan, keputusan penyelenggaraan ibadah Natal dan Tahun Baru bagi jemaat di rumah masing-masing merupakan keputusan dari hasil pertemuan dengan Forkopimda dan gugus tugas Covid-19 demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Baca juga: Kapolda Sulut Pastikan Personelnya Aman dari Covid-19 Usai di-BKO ke Daerah 

"Saya kira pertemuan kita hari ini, kami hadir di sini lengkap dengan Forkopimda dan gugus tugas menyampaikan pokok-pokok pikiran yang sudah kami putuskan bersama," ujar dia.

Lebih jauh, Olly menerangkan, gereja menjadi teladan dalam memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat dalam memerangi pandemi Covid-19.

"Tentunya memberi contoh yang baik harus dari rumah-rumah ibadah sehingga banyak hal, manfaat yang harus kita lakukan bersama," ungkapnya.

Baca juga: Kapolda Sulut Pastikan Personelnya Aman dari Covid-19 Usai di-BKO ke Daerah 

Olly mengharapkan adanya kerjasama yang baik dengan para pemimpin gereja sehingga masyarakat Sulut yang dikenal selalu menjaga toleransi ini dapat saling memahami apa yang menjadi kesepakatan bersama.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dan diikuti oleh pimpinan golongan agama yang ada di Sulut.

Dalam rapat turut hadir Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan Sekprov Sulut Edwin Silangen. 

Sulawesi Utara Ketambahan 101 Kasus Covid19, 37 Orang Asal Manado, Total Positif Capai 9.036 Orang

Kasus Covid-19 di Sulut masih terus bertambah. Senin (21/12/2020) Sulawesi Utara ketambahan 101 kasus.

Penambahan ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steavan Dandel.

"Hari ini Sulut ketambahan 101 kasus dan paling banyak dari Manado 37 orang, disusul Kotamobagu 21 orang," ujarnya.

Penambahan ini menyebabkan total kasus Covid-19 di Sulut menjadi 9.036 orang.

Selain itu Sulut juga ketambahan 71 kasus sembuh yang mayoritas dari Minahasa yaitu 42 orang.

"Jadi total kasus sembuh di Sulut sampai hari ini ada 6.420 orang," tambah Dandel.

Baca juga: Ada Gajah Jadi Korban Tabrakan Sepeda Motor, Begini Cara Petugas Selamatkan Dia, Dengan Napas Buatan

Berbeda dari hari sebelumya, hari ini Sulut tidak ketambahan kasus kematian akibat Covid-19 sehingga junlahnya tetap, yaitu 289 kasus.

Berikut rincian kasus Covid-19 yang bertambah hari ini:

1 Manado 37 Kasus

2 Bitung 2 Kasus

3 Tomohon 3 Kasus

4 Minahasa 8 Kasus

5 Minahasa Tenggara 14 Kasus

6 Minahasa Utara 11 Kasus

7 Kotamobagu 21 Kasus

8 Kep. Sitaro 2 Kasus

9 Kep. Talaud 1 Kasus

10 Luar Wilayah 1 Kasus

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa protokol kesehatan adalah kunci untuk menekan laju penularan virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut diingatkannya agar penambahan kasus positif harian tidak semakin tinggi.

Perkembangan kasus aktif Covid-19 tingkat nasional, selama beberapa minggu terakhir perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Menurut Prof Wiku Adisasmito, angka kasus aktif nasional mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

"Kita tidak boleh terus menerus membiarkan kasus aktif bertambah.

Protokol kesehatan adalah kunci untuk menekan laju penularan.

Sehingga penambahan kasus positif harian, tidak semakin tinggi, dengan begitu angka kasus aktif dapat ditekan," ujar Wiku melalui keterangannya, Sabtu (19/12/2020).

Ia memaparkan, perkembangan kasus aktif dilihat pada tanggal 13 Desember 2020, angka kasus berada di angka 15,08 persen.

Angka ini lebih tinggi dari angka tertinggi dibandingkan kasus aktif bulan November 2020.

"Tentunya ini bukan perkembangan yang diharapkan," imbuh Wiku.

Sebagai perbandingan rata-rata, pada November lalu angka rata-rata kasus aktif nasional, sebesar 12,8 persen dengan angka tertinggi 13,78 persen.

Sedangkan, pada Desember, rata-rata kasus aktif sampai 13 Desember sudah mencapai 14,39 persen.

Angka kasus aktif yang terus meningkat pada Desember ini, diakui Wiku dikarenakan tingginya peningkatan penambahan harian kasus positif Covid-19, serta angka kesembuhan yang mengalami perlambatan.

"Untuk itu kepada pemerintah daerah diminta memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan agar angka kesembuhan dapat ditingkatkan dan dapat berkontribusi pada penurunan kasus aktif," pesan Wiku.

Di samping itu, perkembangan terkini penanganan Covid-19 per 17 Desember 2020, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 7.354 kasus, dimana jumlah kasus aktif sebanyak 97.139 atau 15,1 persen dibandingkan rata-rata dunia sebesar 27,51 persen.

Jumlah kasus sembuh sebanyak 526.979 atau 81,9 persen dibandingkan rata-rata dunia 70,26 persen.

Untuk jumlah pasien meninggal 19.390 kasus atau 3,0 persen dibandingkan rata-rata dunia 2,2 persen.

Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.

Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan redaksi:

Bersama-kita lawan virus Corona.

Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Scott McTominay Catat Rekor di Liga Inggris Usai Manchester United Tumbangkan Leeds United

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved