Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penembakan Laskar FPI

Terkait Tewasnya Laskar FPI, Komnas HAM: Pasti Akan Ada Uji Balistik, Terus Ada Pemeriksaan Ahli

Anam mengatakan pihaknya juga akan mendatangkan ahli untuk menjelaskan duduk persoalannya secara ilmiah.

Editor: Rizali Posumah
Warta Kota/Nur Ichsan
ILUSTRASI - Tol Cikampek. Terjadi kasus tembak menembak di tol Cikampek yang menewaskan 6 laskar FPI. Warga setempat mendengar suara tembakan berkali-kali, namun mereka mengira penangkapan anggota teroris. 

Lalu Komnas HAM pada siang ini juga berencana memeriksa mobil yang ditumpangi laskar FPI dan polisi saat bentrok di tol Cikampek. Pemeriksaan akan dilakukan pada siang ini di Polda Metro Jaya.

"Nantinya kita akan uji dengan analisis, apakah ada kesesuaian atau tidak antara keterangan dan bukti fisik mobilnya," ucap Choirul Anam.

Setelah pemeriksaan mobil tuntas, maka Komnas HAM akan masuk ke pemeriksaan seputar senjata api yang disebut digunakan laskar FPI untuk menyerang polisi.

"Semakin cepat penyelidikan yang kami kakukan akan lebih baik bagi kami, baik bagi publik dan baik bagi semua pihak," ujar Choirul Anam.

Dalam peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12/2020) dini hari, sebanyak enam anggota laskar FPI tewas ditembak.

Ketika itu, para laskar FPI mengawal rombongan pemimpinnya Rizieq Shihab.

Dalam rekonstruksi pada Senin (14/12/2020) dini hari, polisi menggambarkan bahwa anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Menurut polisi, dua anggota laskar FPI tewas setelah baku tembak. Kemudian, empat anggota laskar FPI lainnya ditembak setelah disebut mencoba merebut senjata polisi di mobil.

Bareskrim Polri mengungkapkan, total terdapat 18 luka tembak di enam jenazah anggota laskar FPI.

Selain itu, tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada keenam jenazah.

Polisi mengatakan, hasil rekonstruksi belum final. Tak menutup kemungkinan dilakukan rekonstruksi lanjutan apabila ada temuan baru.

Di sisi lain, pihak FPI sebelumnya telah membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu.

Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api.

"Kami menghimbau untuk hentikan semua rekayasa dan fitnah."

"Mereka keenam korban hanya para pemuda lugu yang mengabdi kepada gurunya, menjaga keselamatan gurunya," kata Munarman, Sekretaris Umum FPI."

Baca juga: Temuan Soal Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM: Makin Cepat Penyelidikan, Lebih Baik Bagi Semua Pihak

Baca juga: Kronologi dan Fakta Ayah Lindas Anak, Pelaku: Memang Anak Saya Sudah Nahasnya

Baca juga: Doa-doa Agar Keinginan Segera Dikabulkan Allah SWT, Alfatihah hingga Ayat Kursi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Pastikan Gelar Uji Balistik dan Minta Keterangan Ahli Terkait Tewasnya Enam Laskar FPI.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved