Kasus Korupsi Mensos
Terkait Kasus Mensos, Yunarto Wijaya Diserbu Warganet hingga Adu Argumen dengan Hidayat Nurwahid
Terkait hal tersebut diduga sebelumnya lembaga survei dari Yunarto Wijaya pernah menobatkan Mensos Juliari Batubara terbaik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penangkapan Menteri Sosial Juliari Batubara jadi sorotan.
Terkait hal tersebut diduga sebelumnya lembaga survei dari Yunarto Wijaya pernah menobatkan Mensos Juliari Batubara terbaik.
Namun Yunarto Wijaya bantah soal hal tersebut.
Baca juga: TERUNGKAP Besaran Gaji & Tunjangan Mensos Juliari Batubara, Tersangka Kasus Korupsi Bansos Covid-19
Baca juga: Jusuf Kalla Yakin Jika Ahok Terpilih di Pilgub DKI 2017 Akan Ribut, Terkesan Membangkang Jokowi
Baca juga: Viral TikTok, Wanita Dituduh Selingkuh, Suaminya Pasang CCTV, Malah Ketahuan Tiduri Ratusan Wanita
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membantah kabar bahwa lembaga surveinya pernah mengeluarkan statemen yang menobatkan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai menteri terbaik penanganan corona.
"Di rilis bulan juli, @ChartaPolitika tidak pernah sama sekali menyatakan bahwa Juliari adalah menteri terbaik, yang ada adalah ketika ditanya kementerian (bukan menteri) yg plg aktif dlm penanganan pandemi, maka kemensos ada di peringkat ketiga., dibawah kemenkes & kemenkeu," demikian klarifikasi Yunarto Wijaya di akun Twitternya, Senin (7/12/2020),
Meski demikian, sejumlah portal nasional memberitakan tentang rilis yang pernah disampaikan Charta Politika pada Juli 2020 lalu, dimana di sana menyatakan Menteri Sosial menjadi salah satu menteri terbaik.
Yunarto menanggapi cuitan Hidayat Nur Wahid yang sebelumnya 'menyindir' pemberian label sebagai menteri terbaik oleh Charta Politika kepada Mensos Juliari Batubara.
"Karena Mensos dinyatakan sbg terdakwa dan ditahan olh @KPK_RI, GATRA mencabut piagam penghargaan yg pernah diberikan ke Mensos tsb. Bagaimana dg pak @yunartowijaya, akan menarik hasil survey lembaga yg dipimpinnya bhw Juliari B (Mensos) adalah Menteri juara penanganan Korona?" demikian cuitan Hidayat Nur Wahid yang dikutip Wartakotalive.com pada Senin (07/12/2020).
Yunarto pun merespon pertanyaan dari Hidayat Nur Wahid dalam laman Twiternya.
Yunarto menantang HNW untuk menunjukkan pernyataannya yang menyatakan bahwa Mensos juara penanganan corona, seperti judul yang ada dalam berita laman Jawapos.com.
"Coba ustad skrg buktikan ada rilis survei saya yg nyatakan bahwa mensos juara penanganan coroa... Kecuali ustad hanya baca meme atau judul berita.. Rilis survei lengkapnya tersebar kok, ayo kita lihat, saya yg hrs cabut atau ustad yg bersedia minta maaf?" ancam Yunarto.
Sementara, HNW merasa hanya mengutip judul serta isi berita yang dibacanya.
"Apakah Anda juga sudah baca isi beritanya, saat tadi mention saya? Kalau sudah baca http://JawaPos.Com tentu tau ada pernyataan “juara”, sbb :”Charta Politika menggelar survey terkait kinerja para Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Juaranya adalah Kementerian Sosial...” tulis HNW
"Yang saya rujuk,baca& “cuitkan” adalah berita di http://JawaPos.Com. Judul maupun isi beritanya. Disana disebut “juara”. Memang tidak disebut juara 1,2,atau 7. Itu berita lama,sudah dipublish sejak 22 Juli 2020. Sejak itu, Anda pernah koreksi http://JawaPos.Com? Trims," imbuhnya.
Sedangkan Yunarto mengaku tidak bisa mengontrol media massa untuk membuat judul terhadap setiap rilis yang dikeluarkan.
"Bahwa kemudian media @jawapos mengeluarkan judul berita "Juliari jadi menteri terbaik penanganan Corona", ya jelas bias, bahkan kemenkes pun yg ada diperingkat 1 gak berhak mengklaim itu, karena pertanyaan "paling aktif" gak nyambung dgn "terbaik" dlm konteks penanganan corona," tulis Yunarto
"Tapi ya ga mungkin saya buang2 waktu mikirin semua pemberitaan yg keluar dari rilis saya & saya percaya ketika org baca isi berita (bukan hanya judul)akan lsg ngerti..Walau kaget aja bapak ex ketua mpr spt @hnurwahid atau bayaran pemprov dki spt @GeiszChalifah gitu aja ga ngerti," tulisnya.
Diserbu warganet
Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjadi 'bulan-bulanan' warganet setelah beredarnya tangkapan layar pemberitaan lembaga surveinya pernah menempatkan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai salah satu menteri terbaik.
Akun Twitter Yunarto pun ramai dikunjungi warganet sejak Minggu (6/12/2020) hingga Senin (07/12/2020).
Mereka mempertanyakan tentang kredibilitas lembaga survei Charta Politika, termasuk Yunarto Wijaya, yang pernah memuji penyaluran bantuan sosial yang dilakukan Kemensos.
Dalam survei yang dilakukan beberapa bulan lalu menunjukkan Julairi Batubara betengger di jajaran tujuh besar menteri terbaik.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam berita yang tersebar itu mengatakan, Menteri Juliari masuk 7 besar menteri terbaik Jokowi di masa covid-19 karena program pengentasan kemiskinan yang digelontorkan Kementerian Sosial tepat sasaran dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
"Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah dituntut untuk melakukan manuver guna melanjutkan kehidupan banyak orang. Salah satu yang sering muncul melakukan kerja nyata adalah Kementerian Sosial yang dipimpin oleh Juliari Batubara," kata Yunarto dalam rilis hasil survei, bertajuk “Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi dan Hukum Pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu (22/7/2020).
Yunarto juga menyebut bahwa Kemensos bersama Juliari dinilai menjadi salah satu kementerian yang paling sigap dan tanggap menghadapi covid-19 melalui Bansos yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi.
Menurut survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia, banyak responden penerima bansos merasa terbantu.
Responden juga mengapresiasi kinerja Menteri Juliari yang turun langsung ke lapangan memastikan agar penyaluran Bansos tepat sasaran.
"Bansos dari Kemensos pun diakui memperpanjang nafas perekonomian dan berangsur memperbaiki kondisi perekonomian rumah tangga yang terkena dampak covid-19. Artinya, bansos Kemensos tepat sasaran," katanya.
Warganet pun meledek Yunarto dan hasil survei lembaganya.
Mereka juga menyoroti Yunarto yang sering memberikan kritik terhadap Gubernur Anies Baswedan baik melalui unggahan status orang maupun kanal berita yang ia bagikan.
Namun, ketika ada penangkapan Menteri Sosial Juliari Batubara, Yunarto dianggap tidak memberikan respon.
Saat ramai diserang warganet, Yunarto membuat cuitan, "Percuma terbuka urusan covid tapi tertutup urusan anggaran." Dia tidak menjelaskan kepada siapa kritikan itu ditujukan.
Meski demikian, warganet tetap 'menyerangnya' dengan gambar meme maupun ucapan-ucapan ledekan tentang penetapan Juliari Batubara sebagai salah satu menteri terbaik.
"Terserah Lo ngeless deh, Mao jungkir balik, Salto kiri kanan. Kan yang survei elo. Yang dibayar elo. Suka-suka Lo deh," tulis @is_pelssy
"Nyang ini bagai mana to. Percuma loh survey. Hasil nya amburahul. Rahul kata bahasa sunda. Ngibul," tulis @Sulthan36350528
"Tentunya keTika menyatakan hasil Survey anda sudah tau luar dalam... kalau belum yang namanya DUNGU, atau anda memang cuma Surveyor Bayaran?" tuding akun @Jogja_Menyapa
Nama lain selain Juliari
Sementara, dalam survei sama, menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri dengan kinerja terbaik menurut responden.
Sebanyak 12,8 persen responden menilai Prabowo sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, selain Prabowo, nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir juga banyak dipilih responden sebagai menteri berkinerja terbaik.
"Kalau kita lihat ada pak Prabowo, ada Sri Mulyani, ada Erick Thohir, ada ada Basuki (Hadimuljono), jadi kalau disimpulkan kebanyakan nama-nama yang muncul, ini terbuka ya," kata Yunarto saat memaparkan hasil survei "Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi Covid-19" dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/7/2020).
Dalam survei ini, responden diajukan pertanyaan terbuka.
Mereka diminta menyebutkan nama menteri yang dianggap berkinerja terbaik.
Setelah Prabowo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai responden berkinerja baik. Sebanyak 11,5 persen responden memilih Sri Mulyani, kemudian 5,8 persen memilih Menteri BUMN Erick Thohir.
Lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (4,2 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (2,6 persen), dan Menteri Sosial Juliari Batubara (2,2 persen).
Ada pula nama Mendikbud Nadiem Makarim (2 persen), mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti (1,7 persen), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (1,5 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,2 persen), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (1 persen).
Di samping itu, Yunarto mengatakan, nama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi menteri yang paling sering terlihat atau populer di jajaran menteri kabinet Indonesia Maju.
Ini karena Terawan selama pandemi Covid-19. Terawan dipilih responden sebesar 18,6 persen sebagai menteri yang paling sering terlihat dan terdengar selama pandemi Covid-19.
"Terawan, Sri Mulyani, Doni Monardo, Juliari Batubara, dan Tito Karnavian jadi kepala lembaga yang paling sering dilihat dan didengar dalam masa Covid-19 saat ini," kata Yunarto.
Adapun dibawah Terawan, ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani (13,7 persen), Kepala BNPB Doni Monardo (8,2 persen), Mensos Juliari Batubara (4,3 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (4,0 persen), dan Menteri BUMN Erick Thohir (3,3 persen).
Kemudian, Mendikbud Nadiem Makarim (1,7 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,4 persen), Mendes PDT Abdul Halim Iskandar (1,1 persen), Menteri Agama Fachrul Razi (1,1 persen), Menhub Budi Karya Sumadi (1,1 persen), Kapolri Jenderal Idham Azis (1,0 persen), dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto (1,0 persen).
Survei Charta Politika dilakukan pada 6 hingga 12 Juli 2020 dengan metode wawancara melalui telepon.
Metode yang digunakan yakni simple random sampling. Jumlah sampel 2.000 responden dengan kriteria 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.
Wilayah survei nasional, tingkat kesalahan atau margin of error 2,19 persen, dan quality control 20 persen dari total sampel.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Yunarto Wijaya Adu Argumen dan Ultimatum Hidayat Nurwahid tentang 'Mensos Menteri Terbaik', https://wartakota.tribunnews.com/2020/12/07/yunarto-wijaya-adu-argumen-dan-ultimatum-hidayat-nurwahid-tentang-mensos-menteri-terbaik?page=all.