Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Korupsi di Kabinet Jokowi

2 Menteri Ditangkap KPK, Rocky Gerung Sindir Presiden Jokowi: Kan Tidak Ada Visi Misi Menteri, Jadi?

Sempat diragukan publik akan keberaniannya untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di tanah air, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Youtube @Prime Show With Ira Koesno/@Sekretariat Presiden
Rocky Gerung dan Presiden Jokowi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sempat diragukan publik akan keberaniannya untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di tanah air, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuktikan keseriusan dan keberaniannya menindak para koruptor.

Terakhir, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Sebelumnya mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo ditangkap KPK begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta dari Honolulu, Amerika Serikat.

Jokowi dan Rocky Gerung.
Jokowi dan Rocky Gerung. (TRIBUN NEWS / HERUDIN dan Youtube Rocky Gerung Officia)

Terkait hal ini, pengamat politik Rocky Gerung tetap bersikap nyinyir dan menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menggunakan kalimat terkait visi presiden yang sering diucapkan.

Seperti diketahui, Jokowi beberapa kali mengungkapkan tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah adalah visi misi presiden dan wakil presiden.

Ucapan tersebut diinterprestasikan oleh Rocky Gerung melalui akun Twitter pribadinya.

Tidak ada visi misi, sambung Rocky, artinya semua tindak tanduk menteri adalah perintah presiden. Bila itu terjadi, jadi siapa sebenarnya koruptor.

"Tidak ada visi menteri. Artinya tindak tanduk menteri adalah perintah persiden. Jadi siapa koruptor?" tulis Rocky Gerung.

Seperti diketahui, Minggu dini hari, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyerahkan diri atas kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Baca juga: Istri Bongkar Pengkhianatan Suaminya yang Adalah Pilot, Tidur Dengan Ratusan Wanita di Seluruh Dunia

Baca juga: Kecelakaan Maut, Hindari Lubang Tabrakan Tak Terelakkan, Doni Tewas di Lokasi, Widayati Patah Tulang

Baca juga: VIRAL di Seluruh Dunia, Foto Dokter Peluk Pria Berambut Putih, Pasien Covid-19 yang Sedang Sedih

Menanggapi ditangkapnya Mensos, Jokowi menegaskan tidak akan melindungi pejabat yang terlibat korupsi, termasuk para menteri kabinet Indonesia Maju.

"Saya tidak akan melindungi yang terlibat korupsi," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (06/12/2020).

Presiden menyampaikan hal tersebut pasca penetapan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan penerimaan sesuatu oleh Penyelenggara Negara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial RI terkait bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020 pada Minggu 6 Desember 2020 dini hari.

"Kita semua percaya KPK bekerja secara transparan, terbuka, baik, profesional dan pemerintah akan terus konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," tutur Presiden.

Presiden pun mengatakan sudah sejak awal mengingatkan para pejabat negara tersebut.

"Perlu juga saya sampaikan bahwa saya sudah ingatkan sejak awal kepada para menteri Indonesia Maju jangan korupsi, sudah sejak awal," ucap Presiden menegaskan.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Tangkap Layar YouTube Channel Sekretariat Presiden)

Presiden mengaku sudah berulang kali mengingatkan pejabat negara untuk berhati-hati menggunakan anggaran.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved