Inflasi

Manado-Kotamobagu Inflasi di November 2020, BI: Indikator Pemulihan Ekonomi Daerah

Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,27 persen (mtm) di Bulan November 2020.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA
Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat. 

Meskipun sudah mengalami pembebasan biaya pelayanan jasa penumpang dan pesawat udara (PJP2U), kenaikan permintaan menjelang akhir tahun dan berkurangnya harga promosi oleh maskapai 'low cost carrier' mendorong kenaikan tarif angkutan udara secara umum.

Sementara itu, fenomena yang hampir sama juga terjadi di Kotamobagu. Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau juga menjadi faktor penyebab utama deflasi.

Kelompok tersebut memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,52 persen (mtm) dari total tekanan inflasi bulanan Kotamobagu sebesar 0,65 persen (mtm).

Kenaikan tekanan inflasi tersebut terutama berasal dari kenaikan bawang merah, cakalang diawetkan, ikan tongkol dan tomat.

Kenaikan harga bawang merah dan tomat sejalan dengan fenomena Yang terjadi di Kota Manado.

Meski demikian penurunan harga pada komoditas ikan Cakalang, bayam dan kangkung menahan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari kelompok tersebut.

BI dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut memandang meningkatnya tekanan inflasi di Manado sesuai dengan pola historis memberikan indikasi pemulihan konsumsi masyarakat.

"Aktivitas sosial ekonomi kembali menunjukan tren positif pada November 2020 setelah pada Oktober cenderung stagnan," kata Arbonas.

Katanya, rata-rata Google Mobility Index untuk Sulut, terutama untuk kategori grosir dan farmasi telah mencapai angka positif pada bulan Oktober 2020 terus berlanjut hingga November.

Hal ini menunjukan level aktivitas grosir dan farmasi setidaknya sudah serupa dibandingkan level aktivitas pra Covid-19.

Dari sisi retail dan rekreasi, meski lambat, kenaikan aktivitas tetap ada seiring penurunan dari baseline Pra Covid-19 pada November rata-rata tercatat sebesar -12,9 persen Iebih rendah dibanding Oktober yang tercatat sebesar -15,2 persen.

Kenaikan aktivitas ini diperkirakan akan terus berlanjut pada bulan Desember. Kenaikan aktivitas juga didorong dengan permintaan yang cenderung meningkat pada akhir tahun menjelang hari raya natal dan tahun baru.

"Meningkatnya aktivitas dan permintaan masyarakat akan ditransmisikan pada kenaikan tekanan inflasi," jelas dia.

Hal ini juga sejalan dengan pola historis tekanan inflasi Manado yang relatif tinggi pada akhir tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved