Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Prof Wiku Adisasmito: Saya Minta Kesadaran Agar Tidak Berkerumun, Jangan Gegabah dan Egois

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta kesadaran masyarakat agar tidak berkerumun.

Tayang:
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Wiku Adisasmito. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta kesadaran masyarakat agar tidak berkerumun.

Prof Wiku juga mengatakan kepada masyarakat untuk tidak gegabah dan egois.

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap menghindari kerumunan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 28 November 2020, Aries Keberuntungan Finansial, Capricorn Semangat

Baca juga: Niat Sholat Jumat, Lengkap dengan Arab, Latin dan Indonesia serta Tata Cara & Keutamaan Shalat Jumat

Baca juga: Gubernur Jakarta Anies Baswedan Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler di Media Digital versi Humas

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Istimewa)

Ia mengatakan bahwa masa inkubasi virus Covid-19 hanya 5 hari dan gejala dapat muncul 2 hari kemudian.

Tiga hari setelahnya menurut Wiku merupakan momen untuk melacak kontak erat sebelum melanjutkan penularan ke yang lebih luas.

"Saya minta kesadaran agar tidak berkerumun.

Jangan gegabah dan egois," kata Wiku di dalam konferensi pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (26/11/2020).

Menurut Wiku sejumlah kerumunan terbukti telah menyebabkan penyebaran virus meluas.

Diantaranya klaster sidang Gereja Sinode di Bogor Jawa Barat dengan 685 perserta.

Dari klaster ini pemerintah menemukan kasus 24 kasus positif di 5 provinsi yakni Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu ada juga klaster kegiatan acara bertajuk bisnis tanpa riba yang melibatkan 200 perserta di Bogor, Jawa Barat.

Dari Klaster ini ditemukan 24 kasus positif di 7 provinsi.

Bahkan klaster ini memakan korban jiwa sebanyak tiga orang.

Selain itu ada klaster gereja Bethel di Lembang Jawa Barat yang melibatkan 200 peserta.

Dari klaster ini ditemukan 226 kasus dengan rata rata penularan mencapai 35 persen.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved