Kebun Raya Megawati Soekarnoputri
Korban Tewas di Lokasi Tambang Emas Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Kembali Bertambah, Ini Datanya
Hampir setiap bulan ada saja korban meninggal di lokasi tambang emas tradisional tersebut. Walau ilegal, masih ada warga nekat menambang.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Jumadi Mappanganro
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban tewas akibat kecelakaan kerja di lokasi penambangan emas Kebun Raya Megawati kembali bertambah.
Lokasi tambang tradisional tersebut berada di Kecamatan Ratatotok Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Lokasi tambang ini juga biasa disebut Tambang Emas Ratatotok atau Kebun Raya Ratatotok.
Berjarak sekira 110 km dari Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado.
Hampir setiap bulan ada saja korban meninggal di lokasi tambang tersebut. (Lihat datanya di bagian akhir tulisan ini)
Kasus terbaru terjadi, Kamis (26/11/2020) dini hari. Dua pekerja tambang yakni Soni Tangel (40) dan Sandi Rantung (36) tewas tertimpa longsoran.
Korban berasal dari Desa Pakuure, Kecamatan Tenga, Kabupaten Mitra. Korban tertimpa material longsoran di dalam katingan saat sedang menambang.
Babinsa Koramil 1302-12/Belang Serda Sainal beserta sejumlah warga setempat telah mengevakuasi korban.
Menurut Yokee, ia bersama empat orang termasuk korban menuju lokasi tambang melewati belakang pos pengamanan.
"Hal itu dilakukan untuk menghindari pemeriksaan petugas,” saksi asal Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Mitra.
Karena situasi tidak memungkinkan untuk masuk mengambil hasil tambang mereka, mereka menunda sampai Rabu (25/11/2020) karena situasi lokasi terus diguyur hujan deras.
Pada Rabu (25/11/2020) pukul 22.00 wita, dua orang masuk ke dalam lubang sedalam kira-kira 5 meter untuk mengambil material emas. Teman lainnya menunggu di luar lubang.
"Tiba-tiba terjadi longsoran di dalam lubang tambang dan menimpa korban,” kata Yokee.
Rekan-rekannya berusaha untuk menolong dengan cara menggali dan menyingkirkan material longsoran dari dalam lubang.
Kamis (26/11/2020) sekira pukul 05.10 wita kedua korban berhasil dikeluarkan dari lubang dalam keadaan tak bernyawa.