CHORD dan LIRIK
Danlantamal VIII Beberkan Masalah di Perairan Sulawesi, Mulai Abu Sayyaf Hingga Ayam Filipina
Danlantamal VIII Manado Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas mengatakan pencurian ikan oleh nelayan asing masih menjadi primadona masalah di perairan
Penulis: Isvara Savitri | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Danlantamal VIII Manado Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas mengatakan pencurian ikan oleh nelayan asing masih menjadi primadona masalah di perairan Sulawesi Utara.
Hal ini ia sampaikan ketika kunjungan ke Tribun Manado bersama rombongan, Kamis (26/11/2020).
Rompas mengatakan, biasanya pencurian ikan terjadi karena para nelayan asing tak sadar sudah memasuki wilayah perairan Indonesia.
"Mereka juga tidak tau kalau harus izin dengan pemerintah kita untuk memasuki wilayah tersebut," ujar Rompas.
Beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan ada rumpon-rumpon asing di wilayah perairan Sulawesi namun berhasil ditarik oleh TNI Angkatan Laut (AL).
Selain itu, masalah lain yang ada di wilayah perairan Sulut adalah masuknya barang-barang ilegal dari luar, penyelundupan manusia (trafficking), serta kelompok teroris seperti Kelompok Abu Sayyaf.

Untuk mengantisipasi gangguan-gangguan di atas, Lantamal VIII mengadakan patroli terbatas menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) yang berjumlah 6 kapal dan tersebar di Melonguane, Tahuna, Gorontalo, serta Manado.
"Kalau menggunakan KAL terbatas hanya sekian mil dari bibir pantai. Kami juga ada patroli harian menggunakan KRI sampai ke ZEE," terang Rompas.
TNI AL juga memiliki sistem radar sendiri yang mampu memantau pergerakan kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.
Asintel Danlantamal VIII Kolonel Laut (E) Arnold A. Abdulah menyambung bahwa TNI AL sudah mempersiapkan pengamanan sistematis yang berlapis dan terintegrasi dalam satu wadah.

"Kami sudah membentuk pos pengamanan di Marore dan Miangas yang di Sulut, sedangkan Di Filipina itu di Pulau Mindanao tepatnya Davao," jelas Arnold.
Arnold menambahkan bahwa Abu Sayyaf memang merupakan kelompok teroris yang paling aktif saat ini karena ada ketidakpuasan dan keinginan tertentu untuk dicapai.
Sedangkan barang yang paling banyak diselundupkan adalah rokok, minuman keras (miras), dan ayam Filipina.(*)