TRIBUN WIKI
Susunan Pengurus MUI Sulut dan Sekilas Sejarah Terbentuknya Majelis Ulama Indonesia
Ketua MUI Sulut saat ini dijabat KH Abdul Wahab Abdul Gafur Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulut M Yusuf Otoluwa.
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah organisasi masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia.
Dimaksudkan untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.
MUI berdiri pada 7 Rajab 1395 Hijriah. Bertepatan 26 Juli 1975 di Jakarta. Kini telah hadir di semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Berikut Susunan Pengurus MUI Sulut:
Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Utara (Sulut)
Ketua: Drs. H.M. Yusuf Otoluwa
Wakil Ketua I: Drs. KH. Rizali M Noor
Wakil Ketua II: Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd
Sekertaris: Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag (Ex Officio)
Anggota:
1. Drs. KH, Sofyan Lahilote
2. H. Hamdi Paputungan, SH, MH
3. Drs. H. Amin Lasena, M.AP
4. H. Felming Harun, SE, MM
5. Drs. H. Nasri Sakamole, M.Pd
6. Drs. H. Azis Tegela
7. Zulkifli Poli, MSi
8. Mahmud Daud
9. Sahrul Poli, SE
10. H. Muhamad Z. Attamimi, S.Ag
11. Ir. H. Ahmad Molachele,
Dewan Pimpinan Harian MUI Sulut
Ketua Umum: KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc
Ketua: KH. Abdurrahman Latukau, Lc
Ketua: Drs. H. M.S. Anwar Sandiah
Ketua: Drs. H. Sya’ban Mauluddin, M.Pd.I
Ketua: Drs. H. Masrur
Ketua: Drs. H. Adnan Mandiri
Ketua: Dr. dr. H. Taufik Pasiak, M.Kes, M.Pd.I
Ketua: Prof. Dr. Hj. Rukmina Gonibala, MSi
Ketua : Delmus Puneri Salim, S.Ag, M.A, Ph.D
Ketua : Drs. H. Kudrat Dukalang, M.Pd
Ketua : Hj. Lutvia Alwi, SH, MH
Sekertaris Umum : Dr. H. Nasruddin Yusuf, S.Ag M.Ag
Sekertaris: Muhamad Taher Tanggung, S.HI, MSi
Sekertaris: Ir. H. Hamsah Latif,
Sekertaris: Drs. Djailan Mansur, M.Pd
Sekertaris: Muyassir Arif, S.Pd, M.Pd
Sekertaris: Drs. Sofyan Lapasau
Bendahara Umum: H. Mahmud Turuis, SE
Bendahara: Hj. M. Bahar Lengkey
Bendahara : H. Abu Bakar Idrus, ST
Bendahara : H. Iskandar Modjo, SE
BERDIRINYA MUI
MUI berdiri sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Antara lain meliputi dua puluh enam orang ulama yang mewakili 26 Provinsi di Indonesia pada masa itu.
Ke-26 ulama itu terdiri atas 10 ulama yang merupakan unsur dari ormas-ormas Islam tingkat pusat yaitu NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Math’laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan Al Ittihadiyyah.
Sebanyak 4 ulama dari Dinas Rohani Islam, Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Polri serta 13 tokoh/cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan.
Dari musyawarah tersebut, dihasilkan adalah sebuah kesepakatan untuk membentuk wadah tempat bermusyawarahnya para ulama. zuama dan cendekiawan muslim, yang tertuang dalam sebuah “Piagam Berdirinya MUI.
Ditandatangani seluruh peserta musyawarah yang kemudian disebut Musyawarah Nasional Ulama I.
Momentum berdirinya MUI bertepatan ketika bangsa Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan kembali, setelah 30 tahun merdeka, di mana energi bangsa telah banyak terserap dalam perjuangan politik kelompok dan kurang peduli terhadap masalah kesejahteraan rohani umat.
Dalam perjalanannya, selama dua puluh lima tahun, MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim berusaha untuk:
1. Memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta.
3. Menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional.
4. Meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.
Sumber: muisulut.id