Habib Rizieq

Eks Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Sebut Pergerakan Tak Terlihat saat Pemasangan Baliho Rizieq

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto setuju dengan pencopotan baliho.

Editor: Aldi Ponge
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Penertiban/Pencopotan Spanduk/Baliho Tak Berizin. Dilakukan oleh Prajurit TNI saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - TNI melakukan pencopotan baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Muncul polemik pencopotan baliho Habib Rizieq tersebut, ada yang mempertanyakan tapi banyak yang mendukung langkah TNI.

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto setuju dengan pencopotan baliho.

Dia mendapat kabar adanya gerakan tak terlihat saat pemasangan baliho tersebut.

Sebelumnya pencopotan atau penertiban baliho Habib Rizieq oleh aparat TNI dengan tujuan untuk tidak menjadikan provokatif.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Sabtu (21/11/2020), Soleman Ponto mengaku membenarkan langkah tegas yang diambil oleh TNI.

Sementara itu terkait banyak pihak yang mempertanyakan hal itu bukan tugas TNI, Soleman Ponto mengaku kurang setuju.

Dirinya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh TNI lantaran sudah mendapatkan infromasi ada pergerakan yang tidak terlihat atas pemasangan baliho tersebut.

Informasi tersebut sebelumnya sudah dicium oleh para intelligent.

Disebutnya bahwa pergerakan itu tidak lain hanya untuk memecah belah bangsa.

Mantan Kepala BAIS TNI Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menceritakan curhatan para bintara dan tamtama yang menemuinya terkait posisi para perwira tinggi polisi di luar institusi Polri, ditayangkan di acara ILC, Selasa (1/9/2020).
Mantan Kepala BAIS TNI Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menceritakan curhatan para bintara dan tamtama yang menemuinya terkait posisi para perwira tinggi polisi di luar institusi Polri, ditayangkan di acara ILC, Selasa (1/9/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

"Kelihatannya hanya baliho, kita hanya melihat baliho, tetapi di dalam teori gunung es, yang terlihat gunung es-nya itu hanya sepertiga di permukaan, dua pertiga di bawah tidak dilihat orang-orang," ujar Soleman Ponto.

"Hanya yang melihat intelligent yang ada di belakang Pandam semua. Kalau dua pertiga ini muncul di permukaan sudah pasti bangsa ini hancur," jelasnya.

Oleh karena itu, Soleman Ponto menilai persoalan tersebut sudah menjadi ranah dan tugas TNI untuk membantu aparat kepolisian.

"Itulah sebabnya sebelum bangsa ini hancur akibat adanya baliho ini maka itu adalah tugas TNI dan jangan dibilang TNI itu masuk, ada tugasnya," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved