Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Profil Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Berangkat dari Nol hingga Menjadi Perwira TNI

Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD ini memberikan perintah untuk mencopot baliho Habib Rizieq Shihab.

tangkap layar YouTube
TNI AD Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa hari ini nama Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman viral di tanah air.

Pasalnya Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD ini memberikan perintah untuk mencopot baliho Habib Rizieq Shihab.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Perintahkan Pencopotan Baliho Habib Rizieq, Ini Negara Hukum

Semula, petugas Satpol PP melakukan penurunan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Berikut ini profil Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, dirinyalah yang memerintahkan penurunan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

Baliho Rizieq Shihab yang terpasang tanpa izin diturunkan oleh Satpol PP dab diperintahkan langsung Dudung Abdurachman.

Lantas, siapa Mayjen TNI Dudung Abdurachman?

Berangkat dari Nol hingga Menjadi Perwira TNI

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tangkap layar YouTube TNI AD)

Tak semulus yang orang bayangkan, perjalanan Mayjen TNI Dudung hingga akhirnya menjadi seorang perwira dimulai dari nol.

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, dirinya mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi meninggal dunia saat Mayjen TNI Dudung menginjak SMP.

"Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi," katanya.

Dirinya pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

"Saya harus cari kayu bakar dekat rumah dan keliling di asrama jualan," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved