Berita Heboh
DOKTER ini Cuma 28 Detik Lakukan Operasi Pasien, Kurang dari 5 Menit untuk Menyelesaikan Operasinya
Linston hanya butuh waktu kurang dari lima menit dan bisa menyelesaikan operasi hanya dalam waktu sepersekian detik saja.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Liston hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menyelesaikan operasinya.
Salah satu rekor Liston adalah dia bisa mengangkat tubuh dan menjahit luka pasien hanya dalam waktu 28 detik.
Operasi yang kompleks akan memakan waktu lebih lama, dan operasi pengangkatan tumor seberat 45 pon hanya membutuhkan waktu 4 menit.
Ya seorang dokter bernama Robert Liston disebut sebagai dokter tercepat dengan pisau bedahnya sekaligus dokter "ugal-ugalan".
Linston hanya butuh waktu kurang dari lima menit dan bisa menyelesaikan operasi hanya dalam waktu sepersekian detik saja.
Melansir Rangker, Robert Liston adalah ahli bedah Skotlandia yang hidup tahun 1794 hingga 1847 dikenal sebagai dokter bedah tercepat dan paling efektif dalam sejarah.
Baca juga: Dokter Ahli Menyebut Penyakit Asam Lambung Bisa Menyebabkan Kanker, Berikut Penjelasannya
Dia melakukan praktik gila medis dengan kecepatan amputasi, tidak menggunakan anestesi dan dia langsung melakukan operasi hingga pengangkatan tumor.
Liston hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menyelesaikan operasinya.
Salah satu rekor Liston adalah dia bisa mengangkat tubuh dan menjahit luka pasien hanya dalam waktu 28 detik.
Operasi yang kompleks akan memakan waktu lebih lama, dan operasi pengangkatan tumor seberat 45 pon hanya membutuhkan waktu 4 menit.
Sebelum penemuan anestesi, operasi sangat menyakitkan bagi pasien, bukan rasa sakit bahkan terkadang pasien juga melarikan diri, dan menyebabkan cedera.
Bahkan juga pasien mengalami stres dan hingga besar kemungkinannya dia akan mati.
Dalam sebuah kasus Robert Liston disebut pernah membunuh tiga orang pasien akibat ugal-ugalan dalam melakukan oprasi.
Secara tidak sengaja dia memotong jari asisten bedahnya, saat mencoba berganti instrumen dan memangkat mantel penonton.
Para asisten bedah meninggal karena terinfeksi yang disebabkan luka, sedangkan penonton meninggal karena syok.