TRIBUN WIKI
Mengenal RS Gunung Maria Tomohon, Rumah Sakit Tertua di Sulut
RS ini dibangun sejak Juni 1928. Diresmikan 11 Februari 1930. Sebagian besar bangunan RS ini masih bertahan, terawat hingga digunakan sampai saat ini
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Karya awal medis berupa poliklinik darurat dan sederhana pada sebuah bangunan di belakang pastoran Katolik Tomohon Utara (sekarang Pastoran Paroki Hati Kudus Yesus).
Masyarakat menamakan poliklinik tersebut Rumah Sakit Bundar dan pada 1913 poliklinik ini diperluas.
12 April 1921, Societas JMJ membeli sebidang tanah di belakang biara Walterus, di daerah perbukitan untuk pembangunan rumah sakit yang permanen.
Pertengahan Juni 1928, pembangunan RS Gunung Maria dimulai. Pekerjaan meratakan tanah dipercayakan pada Aloysius Kaunang.
Yang mengawasi pekerjaan pembangunan adalah Sr. Laetitia Loonen JMJ. Rencana bangunan rumah sakit digambar oleh Tuan De Voets.
Peletakan batu pertama dilakukan pada bulan Mei 1929 dan bangunan selesai pada tahun berikutnya.
Pemasangan listrik pada tanggal 10 Februari 1930. Biaya seluruh pembangunan rumah sakit sebesar 250.000 gulden.
Pentahbisan bagian utama gedung rumah sakit dilakukan pada malam tanggal 10 Februari 1930 oleh Mgr. Panis (Prefek Apostolik Sulawesi).
Turut dihadiri Resident Manado (Tn. Schmidt), pamong praja, Wali Kota Manado, 7 orang dokter dan para pemuka dalam dunia perdagangan. 11 Februari 1930 bagian lain dari rumah sakit diberkati oleh Mgr. Panis.
Bersama–sama dengan RS Budi Mulia Bitung, RS Budi Setia Langowan, RS Hermana Lembean dan RS Cantia Tompaso Baru berada di bawah naungan Yayasan Ratna Miriam.
Pada 7 Oktober 2011, seluruh karya kesehatan Societas JMJ di Sulut berada di bawah naungan badan hukum berbentuk perseroan terbatas yaitu PT. Ratna Timur Tumarendem. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rs-gunung-maria-tomohon_1.jpg)