TRIBUN WIKI
Mengenal RS Gunung Maria Tomohon, Rumah Sakit Tertua di Sulut
RS ini dibangun sejak Juni 1928. Diresmikan 11 Februari 1930. Sebagian besar bangunan RS ini masih bertahan, terawat hingga digunakan sampai saat ini
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Seorang wanita berpakaian sekuriti tersenyum menyambut kami saat tiba di Rumah Sakit (RS) Gunung Maria, Kamis (19/11/2020). Siang itu langit cerah.
RS ini berada di Jalan Sejahtera No. 282, Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).
Berjarak sekira 36 km dari Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado.
RS yang kami kunjungi kali ini adalah RS tertua di Sulawesi Utara. Sudah hadir sejak sebelum Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan RI.
RS ini dibangun sejak Juni 1928. Diresmikan 11 Februari 1930.
Walau telah berusia 90 tahun, sebagian besar bangunan RS ini masih terawat dan digunakan hingga saat ini. Juga selalu bersih. Hebat kan?
RS ini memiliki luas tanah sekira 28.410 meter persegi dan luas bangunan 13.072 meter persegi.
Masuk kategori rumah sakit umum (RSU) dengan type Kelas C. Saat ini memiliki lebih 230 tempat tidur dan dilayani lebih 40 dokter serta 150 perawat.
Selain tersedia klinik dokter umum, kini juga telah melayani penyakit gigi dan mulut, penyakit dalam, kardiologi, penyakit anak, bedah, penyakit kandungan dan kebidanan, saraf, mata, THT, kulit dan kelamin, hingga rehabilitasi medik.
Juga sudah ditunjang laboratorium 24 jam, farmasi 24 jam, radiodiagnostik, fisioterapi, USG 4 dimensi, EKG, mikroskop mata terbaru, spirometri, ruang operasi, hingga ventilator khusus di ruang HCU.
Juga tersedia sarana penunjang non-medik seperti dapur, tempat ibadah, pemulasaran jenazah, kios, ATM galeri, Instalasi Pengolahan Air Limbah (Sistem Bio Green). Incenerator (Bahan Bakar Gas) dan genset.
Berada di RS ini, Gunung Lokon terlihat jelas. Gunung dengan ketinggian 1.580 mdpl ini termasuk gunung vulkanik. Terakhir meletus pada 20 Mei 2015 lalu.
Direktur RS Gunung Maria dr Frangky Palendeng menjelaskan, awalnya RS ini dikenal dengan nama Rooms Katholiek Ziekenhuis (R.K.Z) Marienheuvel.
Lalu berubah nama pada zaman pendudukan Jepang menjadi Tomohon Byoing. Tapi sejak April 1954 berubah menjadi RS Gunung Maria. Nama ini masih bertahan hingga sekarang.
“RS Gunung Maria saat ini di bawah pengelolaan PT Ratna Timur Tumarendem,” jelas dr Frankly Palendeng.
Lalu Suster Agnes memperlihatkan saya beberapa bagian RS yang masih bertahan sejak pertama kali dibangun hingga saat ini.
Dari Sr Agnes, saya baru tahu jika RS Gunung Maria ini juga punya banyak ‘saudara kandung’. Maksudnya RS yang sama-sama dimiliki Tarekat Soc JMJ Indonesia.
Soc JMJ adalah singkatan dari Societas Jesus Maria Joseph. Didirikan oleh Pater Mathias Wolff SJ pada 29 Juli 1822 di Amesfoort, Belanda.
RS milik tarekat ini di antaranya RS Hermana di Minahasa Utara, RS Budi Mulia Bitung, dan RS Cantia Tompasobaru di Minsel. Ketiganya ada di Sulut.
Juga ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni RS Stella Maris di Makassar yang diresmikan 22 September 1939 lalu, RS Bintang Laut Hospital di Kota Palopo, dan RS Sinar Kasih di Tana Toraja.
Sedangkan di Sulawesi Tenggara, namanya RS Santa Anna. Berada di Kota Kendari.
Sejarah
Dikutip dari rsgunungmaria.com, keberadaan RS Gunung Maria berawal dari gagasan Mgr. Walterus Staal, SJ (Vikaris Apostolik Batavia).
Pada 30 April 1897, Mgr. Walterus Staal, SJ meminta Pemimpin Societas JMJ di Belanda agar Societas JMJ berkarya di tanah Minahasa.
Terutama untuk mendidik dan mengangkat harkat hidup kaum wanita muda. Tawaran berkarya di tanah misi ini diteruskan kepada para anggota dan sebagian besar Suster sangat antusias meresponnya.
Sr. Seraphine Pullens JMJ memilih 6 Suster dari 215 pelamar. Keenam Suster perintis tersebut adalah
- Sr. Boniface Meyer JMJ
- Sr. Basilissa Heister JMJ
- Sr. Wenceslas TePoel JMJ
- Sr. Dosithea Schambergen JMJ
- Sr. Josephine Van Den Berg JMJ dan
- Sr. Laetitia Loonen JMJ
Pada 5 Mei 1898, berlayarlah menuju Indonesia keenam Suster dari Belanda. Mereka tiba di Pelabuhan Manado pada 17 Juli 1898. Mereka disambut Pastor Onel SJ (Pastor Paroki Manado).
Pada 18 Juli 1898, keenam Suster ini berangkat dari Manado ke Tomohon. Menggunakan roda sapi yang merupakan kendaraan tradisional rakyat Minahasa kala itu. Waktu tempuh sekira 9 jam.
Tomohon merupakan daerah misi pertama Societas JMJ berkarya di luar Eropa dan sekolah bagi anak – anak gadis adalah karya pertama Societas JMJ di tanah Minahasa.
Pada Oktober 1901, Societas JMJ membeli pekarangan dan rumah besar milik Mayor Wenas di Kelurahan Kolongan (sekarang) dan dijadikan sebagai Biara Walterus.
Karya awal medis berupa poliklinik darurat dan sederhana pada sebuah bangunan di belakang pastoran Katolik Tomohon Utara (sekarang Pastoran Paroki Hati Kudus Yesus).
Masyarakat menamakan poliklinik tersebut Rumah Sakit Bundar dan pada 1913 poliklinik ini diperluas.
12 April 1921, Societas JMJ membeli sebidang tanah di belakang biara Walterus, di daerah perbukitan untuk pembangunan rumah sakit yang permanen.
Pertengahan Juni 1928, pembangunan RS Gunung Maria dimulai. Pekerjaan meratakan tanah dipercayakan pada Aloysius Kaunang.
Yang mengawasi pekerjaan pembangunan adalah Sr. Laetitia Loonen JMJ. Rencana bangunan rumah sakit digambar oleh Tuan De Voets.
Peletakan batu pertama dilakukan pada bulan Mei 1929 dan bangunan selesai pada tahun berikutnya.
Pemasangan listrik pada tanggal 10 Februari 1930. Biaya seluruh pembangunan rumah sakit sebesar 250.000 gulden.
Pentahbisan bagian utama gedung rumah sakit dilakukan pada malam tanggal 10 Februari 1930 oleh Mgr. Panis (Prefek Apostolik Sulawesi).
Turut dihadiri Resident Manado (Tn. Schmidt), pamong praja, Wali Kota Manado, 7 orang dokter dan para pemuka dalam dunia perdagangan. 11 Februari 1930 bagian lain dari rumah sakit diberkati oleh Mgr. Panis.
Bersama–sama dengan RS Budi Mulia Bitung, RS Budi Setia Langowan, RS Hermana Lembean dan RS Cantia Tompaso Baru berada di bawah naungan Yayasan Ratna Miriam.
Pada 7 Oktober 2011, seluruh karya kesehatan Societas JMJ di Sulut berada di bawah naungan badan hukum berbentuk perseroan terbatas yaitu PT. Ratna Timur Tumarendem. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rs-gunung-maria-tomohon_1.jpg)