Penanganan Covid
Tercatat Rekor Baru Kasus Covid-19 di Indonesia, Dampak Insiden Kerumunan Massa Disorot
Penambahan kasus baru Covid-19 tercatat sebanyak 4.106 kasus. Lonjakan kasus positif Covid-19 terus terjadi.
Artinya, bisa saja sampel yang diperiksa tersebut dikumpulkan pada hari ke-10 setelah libur panjang.
"Tapi, keluar hasil pemeriksaan baru hari ini atai H+12 dari libur panjang," ungkap Laura.
"Dalam beberapa hari mendatang, bisa saja terjadi kenaikan kasus lagi,
tetapi memang harapannya adalah jumlah pemeriksaan juga ditingkatkan, sehingga mendapatkan kasus sebanyak-banyaknya," tegasnya.
Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengatakan,
penambahan kasus Covid-19 harian yang mencapai 5.000 kasus sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal.
Dia juga menyebut penambahan itu belum mencerminkan angka sesungguhnya.
"Angka 5.000 ini bukan sesuatu yang mengagetkan, sudah bisa diprediksi dari awal,
karena sebagaimana kita ketahui ada beberapa hal yang menyebabkan angka yang ditemukan sekarang masih jauh dari angka sesungguhnya," kata Dicky kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).
Dia menjelaskan hal itu terlihat dari tes positivity rate di Indonesia selama lebih dari empat bulan yang berada di angka 10 persen ke atas.
Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.
Dicky menjelaskan, angkanya dikatakan tinggi jika berada di atas 5 persen. Sementara, di Indonesia berada di atas 10 persen selama lebih dari empat bulan.
"Di atas 10 persen selama lebih dari empat bulan itu bukan hanya tinggi, tapi artinya itu tinggi sekali," kata Dicky.
Menurutnya, itu mengartikan pemerintah mempunyai "pekerjaan rumah" menggali lebih banyak kasus agar dapat diketahui berapa jumlah total kasus Covid-19 yang sesungguhnya.
Dicky menilai caranya pemerintah harus lebih menggencarkan testing dan tracing.