Breaking News
Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Puluhan Anak Panti Asuhan Suara Kasih Terbiasa Pakai Masker

Panti Asuhan Suara Kasih sangat terbantu atas paket bantuan ratusan puluhan hand santizer yang diberikan Ditolairud Polda Sulut, Jumat (13/11/2020).

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
anak-anak panti yang berfoto dengan menggunakan masker, pemakaian masker di Panti Asuhan Suara Kasih merupakan kebiasan baru yang mulai diperbiasakan oleh anak-anak dan pengasuh panti. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Wolwin Adam SH Ketua Panti Asuhan Suara Kasih dan Ketua Yayasan, mengaku sangat terbantu atas paket bantuan ratusan puluhan hand santizer yang diberikan Ditpolairud Polda Sulut, Jumat (13/11/2020).

Bantuan itu diberikan saat personel Ditpolairud di bawah pimpinan Kombes Pol Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra didamping AKBP Pheby Maringka Kasubdit Fasharkan, dalam kegiatan bakti sosial.

"Di tengah pandemi Covid 19, bantuan hand sanitizer yang diberikan Ditpolairud Polda Sulut. Sangat  mebantu anak-anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19," kata Wolwin saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Minggu (15/11/2020)

Didukung dengan bantuan paket sembako lainnnya, diharapkan bisa menjaga dan menambah imunitas serta tubuh yang sehat di tengah pandemi Covid 19.

Baca juga: Siswa di Desa Pulutan Terkendala Jaringan Internet dalam Belajar Daring

Baca juga: Menjelang Akhir Tahun, Harga Bahan Pokok dan Bahan Kue Mulai Melejit di Boltim

Baca juga: JG-KWL Siapkan Delapan Program Strategis Lakukan Pembangunan di Desa

Pihaknya berterima kasih atas bantuan dari Polairud.

Terkait dengan penerapan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tetap dan terus dilakukan oleh personel panti baik anak-anak hingga para pengasuh Panti Asuhan Suara Kasih di Kelurahan Kadoodan.

Dihuni 30 orang anak, laki-laki 17 orang dan 13 perempuan di usia sekolah.

"Pakai masker dan mencuci tangan di air mengalir pakai sabun, adalah kebiasaan yang  baru bagi kami di tengah pandemi covid 19," kata dia.

Lanjutnya, hingga tahun 2020 sejak berdirinya panti asuhan di tahun 2020, sudah beberapa anak yang dilepas ke masyarakat, sudah bekerja.

Baca juga: Keluarga Rizieq Shihab Sudah Membayar Denda Rp 50 Juta Akibat Langgar Protokol, Dibayar di Lokasi

"Puji Tuhan ada 1 anak jadi kapten kapal dan beberapa lainnya sudah bekerja, sudah nikah," tandasnya.

Anak-anak panti yang di urus dan dirawat bersama pengurus lainnya, dari berbagai macam masalah sosial. Mulai dari broken home, kecelakaan hamil di luar nikah dan yatim piatu.

Berbagai macam suku serta karakter berbeda-beda, seperti ada yang nakal dan dengar-dengaran. Namun mereka merasakan seperti bersaudara kakak- beradik.(crz) 

Baca juga: Bakti Sosial Jelang HUT ke-70 Polairud, Berbagi Kasih di Panti Asuhan Suara Kasih

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

    

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved