Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Bersumpah Lawan Ekstremis "Tanpa Ampun"

Pangeran Mohammed, penguasa de facto kerajaan, memperingatkan mereka yang ingin melakukan tindakan ekstremis dengan "hukuman menyakitkan dan berat"

Editor: Finneke Wolajan
(AFP via BBC)
Potret Mohammed bin Salman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah terjadi pemboman terhadap pertemuan diplomat Barat, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Kamis (12/11/2020) berjanji akan melawan ekstremis dengan "tanpa ampun".

Aksi pemboman itu diklaim ISIS sebagai dalangnya.

Ledakan bom itu menghantam peringatan Perang Dunia I di sebuah pemakaman non-Muslim di Jeddah pada Rabu.

Hanya berselang dua pekan setelah seorang penjaga di konsulat Perancis di kota Laut Merah terluka oleh seorang warga Saudi yang memegang pisau.

Pangeran Mohammed bin Salman
Pangeran Mohammed bin Salman (Internet)

Itu terjadi saat Arab Saudi mempersiapkan KTT para pemimpin G20 pada akhir bulan ini, yang pertama diselenggarakan oleh sebuah negara Arab.

Serangan itu, ditandai sebagai kemarahan Muslim atas kartun satir Nabi Muhammad di Perancis.

"Kami akan terus menghadapi setiap...perilaku dan ide ekstremis," kata Pangeran Mohammed dalam pidatonya di Dewan Syura, badan penasihat pemerintah tertinggi, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (12/11/2020).

"Kami akan terus menyerang dengan 'tangan besi' semua orang yang ingin merusak keamanan dan stabilitas kami," lanjutnya, menurut transkrip pidatonya yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi.

Pangeran Mohammed, penguasa de facto kerajaan, memperingatkan mereka yang ingin melakukan tindakan ekstremis dengan "hukuman yang menyakitkan dan berat".

Serangan pada Rabu di Jeddah menyebabkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk seorang polisi Yunani dan seorang pejabat Saudi.

Seorang warga negara Inggris juga diduga mengalami luka-luka.

Para diplomat dari Perancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat menghadiri upacara peringatan Hari Gencatan Senjata di Jeddah, kata kedutaan mereka.

ISIS pada Kamis mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu, dengan mengatakan aksi itu untuk memprotes kartun yang dicetak oleh majalah satir Perancis, Charlie Hebdo.

Sebuah pernyataan dari kelompok propaganda ISIS, Amaq, mengatakan serangan itu "terutama ditujukan pada konsulat Perancis".

Namun, ISIS tidak memberikan bukti keterlibatannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved