Breaking News:

RHK Kamis 12 November 2020

RHK - Dahsyatnya Air Bah

Ketika hujan deras mengguyur kota atau daerah tanpa henti selama 2 jam saja, lihatlah apa yang terjadi. Genangan air

RHK - Dahsyatnya Air Bah
Istimewa
Renungan

Kejadian 9:11

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika hujan deras mengguyur kota atau daerah tanpa henti selama 2 jam saja, lihatlah apa yang terjadi. Genangan air, banjir bandang hingga tanah longsorlah yang terjadi. Ujung-ujungnya, pasti ada korban. Baik material, maupun korban nyawa. Apalagi jika hujan tanpa henti dari pagi sampai sore. Bisa dibayangkan apa yang terjadi.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Peristiwa air bah Nuh, sangat mengerikan. Hujan deras dengan intensitas tinggi, berlangsung tanpa henti selama 40 hari 40 malam. Coba dibayangkan peristiwa ini. Disusul terbelahnya segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukanya tingkap-tingkap langit.

Bumi dipenuhi air. Semua yang hidup tenggelam dan hilang lenyap. Demikian dahsyatnya air bah itu. Begitulah jika Allah murka dan menghukum bumi. Tapi oleh belas kasihan Allah, Dia mengasihani Nuh dan keturunannya. Dia berjanji tidak akan menghukum lagi manusia dan segala makhluk hidup dengan air bah. Itulah janji Allah.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." (ay 12)

Peristiwa yang berawal Jumat 17 "Februari" (bulan kedua) itu, mengangkat bahtera itu sehingga melampung tinggi dari bumi, yakni 15 hasta di atas gunung yang paling tinggi di bumi kala itu. Luapan air bah itu berlangsung selama 150 hari, dan berhenti pada "Juli" (bulan ketujuh) tanggal 17. Air kemudian semakin surut. Tapi tidak drastis, meski ketika itu bahtera telah kandas di pegunungan Ararat.

Tanggal 1 Oktober (bulan kesepuluh), puncak-puncak gunung memang sudah kelihatan. Namun, bumi belum kering betul. Pada tanggal 1 Januari (bulan pertama) tahun berikutnya, barulah Nuh membuka tutup Bahtera. Tapi belum bisa turun. Nanti pada tanggal 27 Februari (bulan kedua) barulah bumi benar-benar kering dan mereka turun dari Bahtera.

Dengan demikian, total selama 1 tahun dan 10 hari, Nuh bersama isteri dan anak-anaknya serta semua yang menyertainya berada di atas bahtera.

Demikian dahsyatnya dan tak terbayangkannya jika Allah murka dan menunjukan geram serta amarahnya. Tak ada satupun yang mampu menghindar.

Namun, Allah amat sangat mahakasih dan mahabaik. Tiada allah seperti Allah kita. Ia pun teringat akan kesetiaan Nuh bersama isteri dan anak-anak mereka. Dia mengasihi mereka. Dia memberkati mereka secara luar biasa.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved