Hari Pahlawan Nasional
10 November 1945 di Surabaya Adalah Pertempuran Terberat Inggris Setelah Perang Dunia 2
Tanggal 10 November Inggris dan Sekutu mengerahkan kekuatan mereka dan menggempur Surabaya dari darat, laut dan udara.
Pada awal pertempuran 10 November, Inggris mengingatkan bahwa mereka akan merebut Surabaya hanya dalam waktu tiga hari.
Nyatanya, perlawanan yang cukup sengit dari rakyat dan pejuang Indonesia membuat pertempuran 10 November berjalan cukup lama. Memakan waktu nyaris 1 bulan.
Pada awal pertempuran saja, baru beberapa jam, Inggris kehilangan Komandan Detasemen Artileri mereka, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder Symonds.
Brigjen Robert Guy disebutkan gugur karena pesawat yang ditumpanginya berhasil ditembak jatuh pejuang Indonesia.
Pertempuran di Surabaya bagi Inggris sendiri adalah pertempuran berat yang pernah mereka hadapi setelah Perang Dunia II.
Bahkan para serdadu Inggris mengibaratkan pertempuran di Surabaya dengan sebutan neraka di Timur Jawa.
Latnan Kolonel A.J.F. Doulton dalam buku The Fighting Cock, Being the Story of the 23rd Indian Division 1942-1947, menggambarkan bagaimana tentara Inggris yang sudah lelah dalam berperang diminta bekerja keras kembali untuk menghadapi pejuang Republik.
Doulton menyebut, tentara Inggris seolah harus memasuki gedung mesiu yang siap meledak.
Lord Killearn, Komisioner Istimewa di Asia Tenggara (1946-1948 dalam buku hariannya menulis bahwa membiarkan tentara Inggris bercokol lebih lama di Indonesia adalah suatu tindakan bunuh diri. (*)
Baca juga: Terungkap Video Panas Mirip Gisel, Tak Ada Rekayasa, Pakar Sentil Soal Gorden dan Baju yang Dipakai
Baca juga: Suami Tak Menyangka Istri dan Anaknya Tewas Kecelakaan saat Ia Bonceng, Ceritakan Kronologinya!
Baca juga: PILIH Gambar dan Cek Artinya, Apa Yang Orangtua Rasakan, Tes Kepribadian