Tribun Travel
Mengenal Ban Hin Kiong, Klenteng Tertua di Kota Manado
Usia klenteng ini telah lebih 200 tahun. Pada 14 Maret 1970, klenteng ini pernah terbakar.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Sejarah Ban Hin Kio
Dari beberapa literatur menyebut Ban Hin Kiong terdiri atas 3 kata.
Masing-masing punya arti. Ban berarti banyak.
Hin berarti berkat yang melimpah atau kelimpahan kebaikan. Sedangkan Kiong berarti Istana.
Ban Hin Kiong adalah klenteng tertua di Kota Manado. Didirikan sejak 1819.
Pada awalnya, bangunannya berupa rumah diselingi bambu.
Pada 1839 didirikan rumah abu (Kong Tek Su) yang sederhana.
Klenteng ini mulai dikelola secara organisatoris sejak 1935 melalui perkumpulan Sam Khauw Hwee.
Diinisiasi dua tokoh Tionghoa Manado: Yo Sioe Sien dan Que Boen Tjen.
Melalui perkumpulan inilah dilakukan beberapa kali pemugaran Ban Hin Kiong.
Pemugaran pertama dilakukan rentang waktu 1854-1859. Lalu pemugaran kedua, 1895-1902.
Namun pada 14 Maret 1970, klenteng ini terbakar.
Ada yang menyebut klenteng sengaja dibakar.
Akibat kebakaran itu, bangunan utama kelenteng hangus.
Kemudian pada 1971, klenteng ini didirikan kembali menyerupai bangunan pada awalnya.
Diinisiasi Nyong Loho (Soei Swie Goan) yang dipercaya sebagai ketua pembangunan sekaligus Ketua Klenteng Ban Hin Kiong saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/klenteng-ban-hin-kiong_2.jpg)