Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Biden Pecahkan Rekor Obama: Ini Perhitungan Suaranya

Massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memadati kantor panitia penghitungan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
Twitter @JoeBiden
Joe Biden dan Kamala Harris. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memadati kantor panitia penghitungan suara (Komisi Pemilihan Umum di Indonesia) Michigan di TFC Center, Detroit, Rabu (4/11/2020) waktu Amerika. Massa pendukung Trump mendesak agar proses penghitungan suara pemilu di Michigan dihentikan.

Baca juga: Pjs Gubernur Agus Fatoni Apreasiasi KPU Sulut Usung Tema Debat Penanganan Covid 19

Rizalnya, Joe Biden sudah mendekati 99 persen untuk memenangkan Michigan. Namun massa pendukung Trump tiba-tiba memadati kantor panitia penghitungan suara Michigan dan mendesak agar proses penghitungan suara dihentikan.

Hal itu terjadi beberapa saat setelah manajer kampanye Trump, Bill Stepien menyebut pihaknya tidak mendapatkan akses untuk mengawasi proses perhitungan suara di Michigan.

Atas dasar itu Stepien menyatakan pihaknya akan melayangkan gugatan kepada Pengadilan Michigan agar proses penghitungan suara dihentikan."Hentikan penghitungan! Hentikan penghitungan!," demikian teriakan Republikan berulang-ulang di luar TCF Center. Video para demonstran pun ramai direkam netizen dan diunggah ke media-media sosial, termasuk Twitter.

Terlihat pula para polisi berjaga di luar gedung TCF Center mencegah massa Republikan merangsek ke dalam fasiltas tersebut.

"Biarkan kami masuk," ujar salah satu pengunjuk rasa di luar gedung TCF Center di Kota Detroit tersebut.
Pasangan Joe Biden - Kamala Harris hingga berita ini diturunkan, unggul dibandingkan pasangan petahana Donald Trump - Mike Pence.

Baca juga: Ramalan Keuangan Jumat 6 November 2020, Leo saat Satu Jalan Tertutup, Masih Banyak Cara Lain

Dilansir dari hasil perhitungan yang diproyeksikan Fox News, Biden sementara ini memperoleh 264 suara electoral collage, yang berarti dia hanya memerlukan 6 suara lagi untuk memenuhi 270 electoral collage untuk memenangkan Gedung Putih.

Sementara pasangan Donald Trump - Mike Pence baru memperoleh 214 suara electoral collage. Keunggulan Biden atas Donald Trump diperoleh pascakemenangan meyakinkan di negara bagian Michigan dan kemenangan tipis Wisconsin.
Biden Mendekati Ambang Batas Kemenangan

Di Wisconsin -- salah satu negara bagian yang menjadi kunci memenangkan Pilpres Amerika Serikat, Biden unggul sekitar 20 ribu suara dari Trump. Sejauh ini Biden dilaporkan telah memperoleh 1.630.337 suara atau setara 49,5 persen di Wisconsin, sementara Trump memperoleh 1.609.640 suara atau setara 48,8 persen.

Kemenangan di Wisconsin ini membuat Biden memperoleh 10 suara electoral collage yang membuatnya kian jauh meninggalkan Trump.

Sementara di Michigan Biden menang secara meyakinkan. Perolehan suara antara Biden dan petahana Donald Trump di Michigan sementara ini terpaut cukup jauh, yakni mencapai 67.000 suara.

Angka kemenangan Biden ini sangat jauh jika dibandingkan Pilpres 2016 silam, di mana Trump memperoleh kemenangan atas Hillary Clinton di Michigan dengan perbedaan suara yang sangat tipis, yakni 11.000 suara.

Dilansir dari Fox2detroit.com, berdasarkan penghitungan sementara pada Rabu sekira pukul 16:30 waktu setempat, Biden telah memperoleh 2,68 juta suara atau setara 49,68 persen di Michigan.

Sementara petahana Donald Trump hanya memperoleh 2,61 juta suara yang setara 48,61 persen. Dengan hasil ini, Biden dipercaya akan memenangkan Michigan secara meyakinkan.

Merespons hasil perhitungan suara ini, Biden menyebut dirinya bersama Partai Demokrat akan berhasil memenuhi target 270 suara electoral collage untuk memenangkan Pilpres AS 2020.

Baca juga: BPC Perhumas Manado Kunjungi Cerdas Command Centre Pemkot Manado

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved