Breaking News:

BPJS Ketenagakerjaan

Pemkab Bolmut Sosialisasikan Program 36.000 Perlindungan Sosial Bagi Buruh-Tani

Jacomina Mamuaja membuka kegiatan sosialisasi 36.000 pesona, perlindungan sosial buruh tani atau petani penggarap

Istimewa
Pemkab Bolmut Sosialisasikan Program 36.000 Jaminan Perlindungan Sosial Bagi Buruh dan Petani BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Depri Pontoh yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Jacomina Mamuaja membuka kegiatan sosialisasi 36.000 pesona, perlindungan sosial buruh tani atau petani penggarap, kerja sama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan BPJS ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut Mamuaja, menyampaikan apresiasi dan selamat atas terlaksananya program ini yang telah mendapatkan apresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI)

sebagai rekor dunia pemrakarsa dan penyelanggara perlindungan program Jamsostek kepada petani terbanyak.

“Semoga dengan adanya perlindungan Jamsostek ini, petani dapat berkerja lebih tenang, produktivitas meningkat sehingga dapat membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terlebih khusus di Bolmut yang terkena imbas Pandemi Covid-19,” kata Mamuaja kepada Tribun Manado, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Pj Gubernur Lantik MAPPILU-PWI se-Sulut, Fatoni: Silahkan Pantau KPU, Bawaslu dan ASN

Baca juga: Mercure Manado Terapkan All Save, Protokol Covid-19 Sejak Tamu Datang, Nginap hingga Pulang

Baca juga: Ini Tanda-tanda Pasanganmu Mencintai dengan Tulus, Salah Satunya Tertarik dengan Hobimu

Dijelaskannya, sesuai dengan peraturan Gubernur Sulut nomor 23 tahun 2020 tentang pemberian hibah buruh tani dan petani penggarap di Sulut,

menandakan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan khusunya yang ada di Bolmut.

“Mengingat banyaknya masyarakat yang mangantungkan hidupnya di sektor pertanian sebagai buruh tani dan petani penggerap. Selain itu, profesi di bidang pertanian juga memiliki risiko kecelakaan kerja maupun sosial ekonomi yang sangat besar, oleh karena itu perlindungan jaminan sosial menjadi hak sangat krusial yang harus dimiliki,” jelasnya.

Baca juga: KABAR BAIK, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Gelombang Kedua Segera Cair, Paling Lambat Sabtu

Lebih jauh dirinya menguraikan, bahwa BPJS ketenagakerjaan untuk buruh tani dan tani penggarap merupakan program yang di gagas oleh Pemerintah Provinsi Sulut bekerja sama dengan BPJS Ketengakerjaan untuk memberikan jaminan sosial kepada 36.000 orang buruh tani dan tani penggarap, termasuk di Bolmut dengan jumlah 3.310 orang.

Kemudian BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan sosial berupa, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) jika tenaga kerja mengalami risiko kecelakaan dilokasi kerja atau pun di perjalanan akan diberikan perawatan tanpa batasan biaya dan jika mengalami risiko meninggal,

maka kepada ahli waris yang sah diberikan santunan sebesar Rp 48.000.00, serta bantuan beasiswa kepada 2 anak peserta senilai Rp 174.000.000.

“Selain itu ada juga Jaminan Kematian (JKM), jika tenaga kerja mengalami risiko kematian di luar hubungan kerja, maka kepada ahli waris yang sah diberikan santunan kematian sebesar Rp 42.000.000,” kunci Mamuaja. (Mjr)

Baca juga: Bendera Parpol Menjamur Jelang Pilkada, Jadi Pemandangan di Sepanjang Jalan di Kota Tomohon

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Majer Lumantow
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved