Breaking News:

Program Studi PIAUD Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal

PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop pada Selasa (03/11/2020).

ISTIMEWA
Program Studi PIAUD Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop pada Selasa (03/11/2020).

Workshop dilaksanakan dengan mengusung tema Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal.

Workshop Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Prodi PIAUD FTIK IAIN Manado via aplikasi Zoom Cloud Meeting berjalan lancar dan khidmat.

Kegitan diawali dengan penyampaian laporan ketua panitia oleh Rhyan P. Reksamunandar, M.Si., kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Nikmala N. Kaharuddin, M.Hum.

Dalam sambutannya, Ketua Prodi PIAUD mengucapkan terima kasih kepada para peserta atas partisipasinya serta apresiasi kepada para Narasumber yang bersedia membagi ilmu meskipun melalui Workshop virtual.

Dr. Ardianto, M.Pd
Dr. Ardianto, M.Pd (ISTIMEWA)

Selanjutnya, kegiatan Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK IAIN Manado, Dr. Ardianto, M.Pd., Dekan FTIK IAIN Manado dalam sambutannya menyatakan bahwa internalisasi Budaya Lokal sebagai suatu keniscayaan dalam pembelajaran, salah satunya terkonsep dalam pendekatan postivistik, dimana lingkungan sosial merupakan bagian yang penting dari pembelajaran, sehingga Workshop pembelajaran berbasis budaya lokal yang diselenggarakan oleh Prodi PIAUD sangat relevan dalam rangka meningkatkan wawasan calon guru RA/TK dan guru RA/TK.

Di akhir sambutan, Beliau juga berharap agar dapat melakukan kerjasama yang berkelanjutan dengan para Narasumber demi pengembangan Prodi PIAUD FTIK IAIN Manado.

Kegiatan Workshop yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi peserta terkait implementasi pembelajaran Anak Usia Dini berbasis budaya lokal, menampilkan dua orang Narasumber yang ahli di bidang pembelajaran, Dr Mozes M. Wullur M.Pd menjabat Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Manado (UNIMA) dan Dr. Sigit Purnama, M.Pd menjabat Ketua Perkumpulan Program Studi  Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia dan seorang Moderator yang berkecimpung dalam dunia Pendidikan, Henni M. Gani, M.Pd menjabat Pimpinan Lembaga Pendidikan Al-Aqsha Manado.

Dr Mozes M. Wullur M.Pd
Dr Mozes M. Wullur M.Pd (ISTIMEWA)

Dr. Mozes M. Wullur sebagai pemateri pertama menyatakan bahwa dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya lokal, maka guru wajib: berkonsultasi dengan tokoh masyarakat setempat, menguasai substansi materi pembelajaran dan mempersiapkan instrumen pembelajaran (Rencana Pembelajaran Harian, Media Pembelajaran, Sumber Belajar dan Instrumen Penilaian).

Dr. Sigit Purnama
Dr. Sigit Purnama (ISTIMEWA)

Senada dengan pemateri pertama, Dr. Sigit Purnama sebagai pemateri kedua menyatakan bahwa seorang guru harus mampu merancang program pembelajaran berbasis budaya lokal yaitu program pembelajaran yang memberikan rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak dengan menekankan pemahaman dan apresiasi terhadap tata cara hidup, adat istiadat, kebiasaan, tradisi, seni, pemikiran, sistem nilai, cara kerja yang khas dari suatu masyarakat atau suku bangsa daerah tertentu, sehingga terjadi internalisasi nilai-nilai kearifan budaya lokal ke dalam proses Pendidikan, membentuk karakter anak yang toleran dan memiliki kepercayaan diri sebagai bangsa unggul dan bermartabat serta berwawasan multikultural.

Dalam pemaparannya disebutkan bahwa dalam merancang pembelajaran harus memperhatikan empat aspek, yaitu: Identifikasi Budaya lokal, Merancang Program Pembelajaran, Pembelajaran Kolaborasi, dan Evaluasi.

Beliau mencontohkan Permainan Dodorobe, Nyanyian Ma’kaaruyen, hari raya ba’do ketupat, Sitou Timou Tumou Tou dan budaya lokal Manado lainnya sebagai contoh identifikasi budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai input dalam merancang program pembelajaran PAUD berbasis budaya lokal Manado.

Antusiasme peserta Workshop terlihat dari keaktifan peserta bertanya dalam sesi diskusi.

Terakumulasi sebanyak 309 penerima manfaat kegiatan dari kalangan mahasiswa PIAUD/PAUD, Guru TK/RA dan Dosen dari berbagai kota di Indonesia. (ADV)

Editor: Stevani Mottoh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved