Pilpres Amerika Serikat 2020
Mungkinkah Terulang Seperti Pilpres AS 4 Tahun Lalu? Hasil Poling Meleset dan Donald Trump Menang
Penghitungan suara di Pilpres AS saat ini sendang ketat. Untuk saat ini masih hasil poling sementara masih dipimpin Joe Biden.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penghitungan suara di Pilpres AS saat ini sendang ketat.
Untuk saat ini masih hasil poling sementara masih dipimpin Joe Biden.
Namun seperti yang diketahui 4 tahun lalu hasil poling meleset dan memenangkan Donald Trump. apakah akan terjadi lagi?
Baca juga: Tim Joe Biden Mulai Siapkan Pidato Kemenangan, Hasil Quick Count Langsung, Trump Berang
Baca juga: Suara di Ohio Sempat Diungguli Joe Biden, Kini Donald Trump Memimpin
Baca juga: Lawan Covid-19, SMK Cokroaminoto Salongo Konsisten Terapkan Belajar dari Rumah untuk Siswa
foto : Donald Trump dan Joe Biden. (afp)
Donald Trump dan Joe Biden bersaing ketat di Pilpres AS.
Jika hasil polling tidak meleset, Joe Biden akan menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat.
Namun sekadar mengingatkan, empat tahun lalu, polling atau jajak pendapat semacam ini meleset.
Empat tahun lalu, banyak polling yang meyakini Hillary Clinton akan keluar sebagai pemenang Pilpres.
Polling dari Bloomber, Fox News, hingga Reuters, hingga detik-detik terakhir, misalnya, memperkirakan Hillary menang dengan selisih 1 sampai 6 persen.
Bahkan media sekelas New York Times, yang secara terang benderang mendukung Hillary menyakini jagoannya akan menang di angka 85 persen!
Faktanya, apa yang mereka tulis dan prediksi berbeda dengan hasil akhir. Tanggal 8 November 2016, nama pemenang sudah dipastikan bukan Hillary Clinton. Tapi Donald Trump.
Polling terakhir unggulkan Biden
Calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden menang tipis atas petahana Presiden dari Republik, Donald Trump di Florida pada hari-hari terakhir kampanye pemilihan umum AS 2020.
Demikian menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (2/11/2020).
Seminggu sebelumnya, jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan Trump dan Biden imbang dalam statistik di tiga negara bagian Florida, Arizona dan North Carolina.
Jajak pendapat nasional, yang dilakukan dari 29 Oktober hingga 2 November, mengumpulkan tanggapan dari 1.333 orang dewasa, termasuk 914 pemilih.