Diplomasi Budaya Korea Selatan Di Indonesia
Korean Wave makin digemari masyarakat Indonesia khususnya generasi muda yang tertarik dengan budaya Korea Selatan.
Penulis Catherina S.R Henderson, Mahasiswi Hubungan Internasional, UKI Jakarta
Korea memiliki sejarah yang membentang kembali sekitar 5000 tahun, dimana pada waktu itu telah mengembangkan kebudayaan yang unik.
Dimulai pada abad ke-19 negara ini memiliki permasalahan dalam kolonialisme serta diikuti dengan perang saudara pada tahun 1950-an yang menghancurkan sebagian besar infrastruktur ekonomi dan sosial negara.
Korea membuat upaya yang baru untuk bangkit dari kehancuran tersebut.
Salah satunya dengan korean wave atau gelombang hallyu adalah sebuah fenomena yang terjadi dimana peningkatan popularitas dari kebudayaan Korea Selatan yang berkembang ke Asia dan dunia internasional.
Korean wave pertama kali muncul pada tahun 1997 di China dan tahun 2003 di Jepang dengan menayangkan beberapa drama dari Korea yaitu What is love dan Winter Sonata.
Korea Selatan menjadi salah satu negara yang bekerjasama dengan Indonesia, hal ini dapat kita lihat bahwa hubungan kerjasama Indonesia dan Korea Selatan yang sudah terjalin 46 tahun dan terus berlanjut hingga sekarang.
Pada tahun 2000-an, korean wave terkenal di Indonesia sejak penayangan drama Winter Sonata pada salah satu stasiun swasta.
Di bidang sosial budaya diperkuat dengan kedua negara telah melakukan perjanjian kerjasama di tahun 2000, kerjasama ini menjadi semakin erat karena budaya Korea Selatan yang semakin digemari masyarakat Indonesia.
Hubungan diplomatik dan bilateral kedua negara sudah berlangsung sejak tahun 1966, eratnya hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia dan Korea membuka peluang kerjasama di berbagai sektor semakin terbuka, seperti di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, ketenagakerjaan serta militer dan pertahanan.
Selain itu kedua negara saling mendukung di berbagai forum regional maupun internasional. Kedekatan hubungan kerjasama kedua negara dapat dilihat dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Korea Selatan pada tahun 2018.
Hubungan kerjasama ini terus berlanjut salah satunya dalam bidang sosial-budaya dimana diplomasi budaya ada pertukaran ide, informasi serta kebudayaan dari negara lain yang akan membuat kedua negara saling bekerja sama satu sama lain.
Seiring perkembangannya zaman, globalisasi membuat korean wave semakin terkenal di Indonesia, apalagi pada abad ke 21, dengan perkembangan teknologi yang ada membuat orang bisa belajar kebudayaan dari negara lain, oleh karena itu generasi muda memiliki ketertarikan dengan budaya Korea Selatan, yang membuat strategi mereka ini berhasil masuk di Indoensia dalam hal ini seperti drama, film, gaya busana, bahasa hingga ke makanan.
Korea Selatan menggunakan diplomasi budaya untuk penyebaran budaya dan masuk dalam pasar Indonesia, melalui korean wave merupakan salah satu bentuk penyebaran budaya di Indonesia yang berhasil memiliki pengaruh positif,
hal ini dapat dilihat dari berbagai fans dari kalangan artis di Korea sudah banyak terbentuk di Indonesia, banyak orang yang pada saat ini menonton drama Korea dan sektor swasta dalam hal ini pebisnis seperti e-commerce belanja di Indonesia seperti Tokopedia dan Lazada menggunakan aktor maupun penyanyi Korea Selatan sebagai brand ambassador.
Selain itu beberapa orang senang bergaya dengan gaya busana orang Korea kemudian dalam bahasa, beberapa orang senang dengan menonton drama Korea akhirnya tertarik untuk mempelajari bahasa Korea atau hangeul.
Kerjasama antara Korea dan Indonesia juga dapat dilihat dari di bangunnya Korean Culture Center di Jakarta, dengan tujuan untuk memperkenalkan kebudayan Korea Selatan di Indonesia, contohnya seperti KCC melakukan kegiatan pada tahun 2019 di Cirebon melakukan kerjasama sektor maritim serta kampanye pengurangan sampah di laut serta di Surabaya diadakan Food festival dan seminar, dengan bantuan KCC juga diadakan Korea Film Festival di Jakarta dengan harapan bahwa kerjasama ini bisa meninggalkan kebudayaan tradisional korea maupun Indonesia serta menguntungkan bagi kedua negara.
Dalam bidang pariwisata yang mana karena gelombang hallyu semakin digemari masyarakat Indonesia khusunya generasi muda,dimana media Korea Selatan membuat beberapa tempat di Indonesia sebagai syuting variety show dan liputan mengenai tempat wisata maupun budaya Indonesia di TV lokal Korea Selatan yang meningkatkan turis terus terjadi di Indonesia maupun Korea Selatan.
Namun ada juga tantangan terhadap diplomasi budaya Korea Selatan ini karena berada diera globalisasi yang semakin maju ini bukan hanya banyak yang menyukai budaya tersebut tetapi ada beberapa oknum yang tidak menyukai budaya lain masuk ke Indonesia karena diduga akan merusak kebudayaan Indonesia sendiri,ini dapat kita lihat di seluruh Indonesia tidak semuanya wilayah menyukai K-pop, hal ini juga menjadi tantangan besar terhadap budaya Korea Selatan di Indonesia.
Diplomasi Budaya Korea Selatan di Indonesia ini sangat menguntungkan karena Indonesia mendapatkan bantuan kerjasama dari Korea Selatan dalam bidang sosial-budaya yang berdampak dalam segi ekonomi.
Hubungan kerjasama ini sangat menguntungkan walaupun trend gelombang hallyu ini belum sampai ke beberapa wilayah Indonesia dan beberapa oknum memanfaatkan kesempatan ini.
Tetapi semoga kedepannya akan ada banyak kerjasama yang dilakukan antara Korea Selatan dan Indonesia serta Indonesia dapat mempelajari bagaimana budaya yang ada di sana dapat dipergunakan sebagai hubungan diplomatik dan bilateral yang akan terkenal di seluruh Asia maupun dunia.(*)
Referensi :
Korean Culture and Information Service. (2011). “The Korean Wave : A New Pop Culture Phenomenon”. Asistant Media :Korean Culture and Information Service Ministry of Culture, Sport and Tourism.
Leonardo. (2019). “Diplomasi Budaya Korea Selatan dan Implikasinya Terhadap Hubungan Bilateral Korea Selatan-Indonesia.” Global Political Studies Journal, Vol 3, No 1. Hlm 1-32.
Budiwanti, Erni. dkk. (2014). Pentingnya Studi Korea, Sejarah dan Kebudayaan untuk Memperkokoh Hubungan Ekonomi dan Kebudayaan antara Bangsa Indonesia dan Bangsa Korea. Jakarta : Pusat Penelitian Sumber Daya Regional, LIPI.
Kemenlu. (2018). “Profil Negara dan Hubungan Bilateral”. 2018. https://kemlu.go.id/seoul/id/pages/hubungan_bilateral/558/etc-menu
Berita Satu. (2013). “Korean Film Festival Tingkatkan Kerjasama Budaya Indonesia-Korea.” 2013.https://www.beritasatu.com/beritasatu/hiburan/121958/korean-film-festival-tingkatkan-kerjasama-budaya-indonesiakorea
Salaka News. (2019). “Misi Kebudayaan Korean Cultural Center Indonesia Mendapatkan Dukungan Dari PWI” 2019.https://salakanews.com/misi-kebudayaan-korean-cultural-center-indonesia-mendapatkan-dukungan-dari-pwi/
Popbela. (2019). “Pilih BTS sebagai Brand Ambassador, Ini Alasan Tokepedia”. 2019. https://www.popbela.com/career/working-life/mediana-aprilliani/pilih-bts-sebagai-brand-ambassador-ini-alasan-tokopedia.
Merdeka. (2020) “Lazada Hadirkan Lee Min Ho sebagai Regional Brand Ambassador Pertama”. 2020 https://www.merdeka.com/gaya/lazada-hadirkan-lee-min-ho-sebagai-regional-brand-ambassador-pertama.html.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hallyu-korean-wave.jpg)