Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Diserang Ayam Jago

Letnan Christine Bolok Tewas Diserang Ayam Jago, Kaki Pisau Menyayat Tepat di Arteri Bagian Paha

Seorang polisi tewas diserang Ayam Jago. Diketahui Ayam Jago tersebut sudah dipakaikan pisau pada kakinya.

Editor: Glendi Manengal
IST
ilustrasi ayam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang polisi tewas diserang Ayam Jago.

Diketahui Ayam Jago tersebut sudah dipakaikan pisau pada kakinya.

Sehingga pada saat polisi tersebut diserang mengenai bagian arteri.

Baca juga: Soal Kasus Covid-19, Doni Monardo Sebut 44,9 Juta Warga Indonesia Yakin Tidak Akan Terpapar Corona

Baca juga: Pastikan Rekeningmu Aktif, Pekan Depan Bantuan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Gelombang Kedua Cair

Baca juga: Pastikan Rekeningmu Aktif, Pekan Depan Bantuan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Gelombang Kedua Cair

Seekor Ayam Jago diketahui telah menyebabkan seorang polisi terbunuh dalam penggerebekan sabung ayam ilegal di provinsi Samar Utara, Filipina.

Letnan Christine Bolok dibunuh oleh serangan taji dari Ayam Jago, sebuah pisau baja setajam silet yang biasanya dipasang di kaki ayam aduan.

Melansir BBC pada Rabu (28/10/2020), pisau itu menyayat paha kiri Bolok, tepat mengiris arteri femoralisnya.

Dia dilarikan ke rumah sakit, tapi dinyatakan meninggal saat tiba di sana.

Sebenarnya selama pandemi Covid-19, pemerintah Filipina telah mengelurakan kebijakan untuk melarang kegiatan sabung ayam.

Menurut kantor berita pemerintah The Philippine News Agency (PNA), sebelum pandemi virus corona, sabung ayam hanya diperbolehkan di ruang khusus yang berlisensi.

Selain itu, sabung ayam juga boleh dilakukan pada Minggu dan hari libur resmi, serta selama pesta lokal, yang berlangsung maksimal 3 hari.

Kepala polisi provinsi Kolonel Arnel Apud mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kecelakaan yang dialami Bolok sebagai "kemalangan".

"Saya tidak percaya ketika pertama kali mendapatkan laporannya. Ini adalah pertama kalinya dalam 25 tahun saya sebagai polisi saya kehilangan seorang pria karena taji ayam aduan," ujar Apud.

Kapolres juga mengirimkan "simpati terdalam" kepada keluarga korban, kata PNA.

Tiga orang ditangkap dan 7 ayam jago aduan, dua set taji dan uang 550 Peso Filipina (Rp 166.466) disita, lapor PNA.

Sementara, masih ada 3 tersangka yang jadi buronan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved