Breaking News:

Kasus Penganiayaan

Aniaya Calon Pelanggan, 6 ABG yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Digiring Ke Mapolres Tomohon

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon kembali berhasil membongkar dugaan prostitusi online, Selasa (27/10/2020) malam.

Hesly Marentek/ Tribun Manado
Para terduga praktik prostitusi online saat diamankan di Mapolres 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon kembali berhasil membongkar dugaan prostitusi online, Selasa (27/10/2020) malam.

Dugaan prostitusi online via aplikasi michat ini melibatkan 6 remaja asal Manado yang mana tiga diantaranya diduga bertindak sebagai mucikari

Sedangkan tiga perempuan diduga disiapkan untuk melayani jika ada panggilan dari para pria hidung belang.

"Mereka mengakui bahwa menggunakan aplikasi michat untuk prostitusi online," kata Kepala Tim URC Totosik Bripka Yanny Watung.

Baca juga: Pemanfaatan Limbah Solusi Petani Sejahtera

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Medy Lensun Ajak Generasi Muda Bisa Membawa Indonesia Lebih Hebat

Baca juga: Tiga Pemuda Pencuri Laptop Ditangkap Tanpa Perlawanan

Keenam remaja tersebut akhirnya dibawa ke Mapolres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut.

"Modusnya mereka stand by di mobil. Nanti kalau sudah ada yang memesan via aplikasi michat baru mereka mengatur atau janjian tempat di mana akan bertemu," jelas Watung.

Adapun dugaan prostitusi online ini berhasil terungkap berawal dari laporan masyarakat bahwa terjadi perkelahian di Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan tepatnya di depan Toko Bangunan Walian Jaya.

Baca juga: Karen Pooroe Tunggu Kasus Kematian Anaknya Terungkap, Baru akan Menikah Lagi Usai Cerai Dengan Arya

Baca juga: Begini Kata Ketua DPR Puan Maharani Terkait Sumpah Pemuda, Sentil Lawan Covid-19

Selanjutnya Tim URC Totosik menuju ke TKP dan mendapati beberapa pria yang sedang berkelahi dan dilerai oleh warga.

Tim URC Totosik kemudian langsung mengamankan beberapa pemuda dan wanita yang terlibat perkelahian tersebut.

Selanjutnya setelah diintrogasi Stenly Paputungan (25) Warga Desa Ibolian Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolmong yang menjadi korban pengeroyokan mengakui dipukul karena membatalkan pesanan michat.

Halaman
123
Penulis: Hesly Marentek
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved