Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Satgas Katakan Ada Tiga Aktivitas Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Ia mengungkap tiga aktivitas yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Tiga aktivitas tersebut diprediksi menimbulkan kerumunan.

BNPB
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada tiga aktivitas yang berpotensi menjadi tempat penularan virus corona atau Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah.

Ia mengungkap tiga aktivitas yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

Tiga aktivitas tersebut diprediksi menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Kisah Penjual Mie Mutilasi Pelanggan, Daging Korban Jadi Toping Sajian Mie, Disimpan di Tempat Ini

Baca juga: Ganjar Pranowo Kalahkan Prabowo dan Anies, Survei Pilpres Saat Ini Gubernur Jawa Tengah Tertinggi

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa 27 Oktober 2020, Cancer Tak Percaya, Pisces Ada Konflik Lama

Ilustrasi masker.
Ilustrasi masker. (Image by Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay)

Pertama, aktivitas rekreasi ke tempat wisata yang bertemu banyak pengunjung.

Dewi menjelaskan dua hal potensi penularan dari aktivitas tersebut, yakni di dalam kendaraan, mobil atau bus yang memiliki AC, dan perjalanan itu menempuh jarak yang jauh, lebih dari satu jam.

Titik bahayanya, kata Dewi, jika ada orang yang tidak bergejala atau OTG bertemu banyak orang di dalam kendaraan itu.

Potensi airborne atau penularan lewat udara dalam ruang tertutup begitu besar terjadi, terlebih mereka di dalam kendaraan itu cukup lama.

Selain itu, mereka yang piknik pasti makan dan berbincang bersama.

Meski memakai masker, Dewi memastikan beberapa orang berpotensi lupa dengan melepas masker atau menyentuh muka mereka sebelum mencuci tangan.

"Studi kasus di Jawa Timur, ada orang positif di kantor.

Setelah ditelusuri, empat orang dari karyawan itu sempat wisata bersama.

Mereka makan bakso bakar, ke alun-alun yang banyak pengunjung.

Kadang tidak pakai masker," ujar Dewi lewat keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: 4 Fakta Pensiunnya Khabib Nurmagomedov, Alasan hingga Permintaan Terakhir untuk UFC

ilustrasi
ilustrasi ((Bloomberg via SCMP) - Bloomberg via SCMP)

Aktivitas kedua, yakni berbelanja ke swalayan yang ramai.

Dewi menyatakan, supermarket saat ini memang sudah menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), serta membatasi jumlah pengunjung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved