Terkini Daerah
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sulut Memprihatikan, Paling Banyak Trafficking
Kekerasan terhadap anak masih menjadi kasus yang mengkhawatirkan bagi semua pihak, tak terkecuali di Sulawesi Utara
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kekerasan terhadap anak masih menjadi kasus yang mengkhawatirkan bagi semua pihak, tak terkecuali di Sulawesi Utara.
Manado sebagai ibu kota Sulut saja sudah ada 116 pemerkosaan dan pencabulan yang 66 persen korbannya adalah anak usia sekolah.
Setidaknya, itu menurut data dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Manado dari bulan Januari hingga September 2020.
Sedangkan Dinas PPA Sulut sendiri sudah menangani 88 kasus sepanjang Januari-Oktober 2020 dengan kasus paling banyak trafficking.
"Yang paling banyak itu justru trafficking, ada 29 kasus. Delapan kasus orang dewasa, 20 kasus anak usia sekolah antara 14-18 tahun," jelas Kepala UPTD Dinas PPA Sulut Marsel Steven Silom, Jumat (16/10/2020).
Bahkan dari 20 kasus anak, ada keterlibatan satu anak laki-laki.
Marsel mengatakan trafficking tersebut kebanyakan melalui aplikasi khususnya Michat.
Ini yang membuat pihaknya kesulitan melacak karena identitas tersamarkan.
Selain itu Marsel menambahkan beberapa penyeban anak bisa terjerumus dalam prostitusi, salah satunya karena faktor keluarga.
"Kebanyakan anak yang berasal dari broken home, kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orangtua sehingga mencarinya di luar. Ini yang membuat anak rentan terjerumus ke pergaulan yang salah," tambah Marsel.
Faktor ekonomi pun bisa menjadi salah satu penyebab anak terjerumus dalam prostitusi.
"Biasanya mereka diiming-imingi uang yang banyak agar mau terlibat dalam prostitusi," kata Marsel.
Memang dalam prostitusi berbasis aplikasi, Marsel mengungkapkan mereka beroperasi secara perorangan, namun jadi membentuk komunitas sehingga mereka saling berhubungan.(*)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL: