Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Istana dan PA 212 Saling Serang Soal Makna Revolusi, Pernyataan Jokowi Disorot: Gagal Paham Ustaz

Pihak istana melalui Tenaga Ahli Utama Kepresidenan, Irfan Pulungan menyinggung apa sebenarnya maksud revolusi tersebut.

Editor: Rhendi Umar
IST
Istana dan PA 212 Saling Serang Soal Makna Revolusi, Pernyataan Jokowi Disorot 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Habib Rizieq Shihab disebut oleh Ketua Umum FPI Shobri Lubis akan pimpin revolusi terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja.

Menanggapi itu, pihak istana melalui Tenaga Ahli Utama Kepresidenan, Irfan Pulungan menyinggung apa sebenarnya maksud revolusi tersebut.

Hal itu diungkapkan Irfan Pulungan saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne pada Kamis (15/10/2020).

Imam besar Habib Rizieq Shihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi.
Imam besar Habib Rizieq Shihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi. (mata-mata politik)

"Tapi kan yang menarik informasi ini disampaikan saat demo kemarin, nanti akan datang, akan memimpin revolusi."

"Pernyataan revolusi itu juga menarik juga, harus kita cermati," ujar Irfan.

Saat ditanya apakah kata tersebut berbahaya, Irfan hanya menjelaskan jika memang melanggar ketentuan maka harus ditindak secara hukum.

"Ya sepanjang melanggar ketentuan termuat undang-undang pidana kita ya maksud saya ya harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan," ungkapnya.

"Karena pernyataan itu disampaikan di muka umum di depan publik. Karena makna kata revolusi itu apa yang dimaksudkan oleh Ustaz Shobri," imbuh Irfan.

Menanggapi komentar Irfan soal kata revolusi, Ketua Persaudaraa Alumni (PA) 212 lantas mengungkit kata-kata Jokowi saat awal memimpin Indonesia terkait revolusi mental.

Slamet menyindir bahwa Jokowi juga tidak dianggap macam-macam terkait ungkapan tersebut.

"Jadi orang harus realistis, harus obyektif, yang ngomong revolusi dari dulu ada."

"Bahkan Pak Jokowi, Pak Jokowi ngomong revolusi, revolusi mental, apakah Jokowi itu dianggap makar? Enggak, itu di depan publik " ujar Slamet.

"Gagal paham Ustaz Slamet terhadap memaknai revolusi mental," sanggah Irfan.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (Capture Front TV)

Menurut Slamet, seharusnya pemerintah tidak menyudutkan pendapat dari pihak lain.

"Jadi saya tegaskan enggak boleh satu kebenaran didominasi kelompok berkuasa, kalau enggak dari kelompok kami itu salah, yang benar dari kelompok kami pokoknya hoaks itu menurut kami," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved