Banyak Peserta Demo Reaktif, Pihak Kampus dan Perusahaan Diminta Lakukan Identifikasi

Wiku juga berpesan, agar para demonstran tetap menjaga jarak, selalu pakai masker, cuci tangan atau membawa hand sanitizer

Editor: Finneke Wolajan
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ribuan demonstran mengepung Gedung Grahadi dan merusak sejumlah fasilitas saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020). Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung Grahadi Surabaya berakhir ricuh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hasil pemeriksaan terhadap peserta aksi unjuk rasa atau demonstran Undang-Undang (UU) Cipta Kerja banyak yang reaktif Covid-19.

Hal ini diungkap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan,

Wiku menyampaikan ini saat memberi keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020).

Lebih rinci, Wiku menjelaskan, peserta aksi yang reaktif tersebut tersebar di Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 21 dari 253 demonstran, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta ada 34 dari 1.192 demonstran.

Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (BNPB)

"Juga ada peserta reaktif di Jawa Timur (Jatim) 24 dari 650 demonstran, Sulawesi Selatan (Sulsel) 30 dari 261 demonstran dan Jawa Barat (Jabar) ada 3 dari 39 demonstran," jelasnya,

Tak hanya itu, Wiku menambahkan, peserta aksi reaktif terdapat pula di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni 1 dari 95 demonstran.

"Untuk hasil testing peserta aksi di Jawa Tengah (Jateng) masih dalam tahap konfirmasi," imbuhnya, seperti dimuat covid19.go.id, Rabu (14/10/2020).

Wiku menilai, banyaknya peserta aksi reaktif itu adalah contoh kecil yang menunjukkan Covid-19 dapat menyebar dengan cepat dan luas.

"Angka ini diprediksi akan meningkat dalam dua sampai tiga minggu ke depan," jelas Wiku.

Menurut Wiku, hal itu karena adanya peluang penularan dari demonstran yang positif Covid-19 kepada demonstran lainnya di lokasi sama.

Untuk mencegah penularan itu, Wiku menganjurkan para demonstran dari dua kelompok utama aksi unjuk rasa dilakukan pemeriksaan.

Adapun dua kelompok utama aksi unjuk rasa yang dimaksud Wiku, yakni kelompok mahasiswa dan kelompok buruh.

"Bagi demonstran mahasiswa, menjadi tanggung jawab universitasnya," tegas Wiku.

Selanjutnya, Wiku mengimbau, pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan tersebut, untuk melakukan identifikasi serta testing.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved