Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

UU Cipta Kerja

Prabowo Punya Pendapat Lain Soal Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja: Sebenarnya Ini Permainan Orang Lain

Ketua DPP Partai Gerindra tersebut menyebut, ada kekuatan asing di balik demo penolakan Omnibus Law.

Istimewa Via TribunTimur.com/TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas/THE JAKARTA POST/SETO WARDHANA
FOTO:Prabowo Subianto Lokasi Halte Bus TransJakarta Bundaran HI dan Halte Bus TransJakarta Sarinah pada Kamis (8/10/2020) Pengunjuk rasa membakar Halte Transjakarta saat berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Hari ini aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termauk Ibukota Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Melakukan aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja bisa saja dilakukan. 

Namun tentu harus sesuai aturan dan yang paling penting tidak ada kerusakan yang terjadi. 

Tetap waspada jangan sampai termakan isu-isu Hoaks yang tentu kita belum tahu kebenarannya.

Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai menteri pertahanan Republik Indonesia, punya pendapat lain soal aksi unjuk rasa yang terjadi dimana-mana di berbagai daerah di Indonesia. 

Prabowo Subianto dalam acara HUT Gerindra ke-12 di Halaman Kantor DPP Partai Gerindra - Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020)
Prabowo Subianto dalam acara HUT Gerindra ke-12 di Halaman Kantor DPP Partai Gerindra - Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020) (Gerindra TV/Youtube)

Prabowo Subianto turut angkat bicara terkait aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Ketua DPP Partai Gerindra tersebut menyebut, ada kekuatan asing di balik demo penolakan Omnibus Law.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti soal banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat terkait Omnibus Law.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara khusus yang dirilis DPP Partai Gerindra, Senin (2/10/2020).

Prabowo Subianto tampak tersenyum.
Prabowo Subianto tampak tersenyum. (voicofindonesiaraya.com)

"Sekarang ini, yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu, dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana, seolah-olah ini enggak ada, itu enggak ada, dikurangi," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, banyaknya hoaks yang beredar pertanda ada yang menciptakan kekacauan.

Ia meyakini, ada kekuatan-kekuatan asing yang tidak ingin Indonesia aman dan maju.

"Jadi, ya ini. Kadang-kadang tokoh-tokoh kita lihat, benar, dia yakin dia benar, tapi dia lakukan sesuatu dan dia tidak sadar sebenarnya ini permainan orang lain," ujarnya.

Prabowo mengatakan, terkait pembahasan RUU Cipta Kerja, Partai Gerindra paling keras membela kepentingan buruh.

Menurut Prabowo, tuntutan serikat buruh atas substansi UU Cipta Kerja sudah diakomodasi sebanyak 80 persen.

Halte Transjakarta Tosari ICBC dibakar massa Anti UU Cipta Kerja, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020).
Halte Transjakarta Tosari ICBC dibakar massa Anti UU Cipta Kerja, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). (Tribunnews.com/Lusius Genik)

"Ya kita tidak bisa 100 persen, namanya politik negara, kadang-kadang kita harus mengerti kita harus, kadang-kadang ada kebutuhan ini itu, ada keperluan, ya kan, kita butuh investasi dari mana-mana," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved