Travelling
Keindahan Paripurna di Pantai Bungin Lolak
Berkunjung ke Lolak, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Tak lengkap rasanya bila tidak singgah ke Pantai Bungin di Motabang
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Berkunjung ke Lolak, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Tak lengkap rasanya bila tidak singgah ke pantai Bungin di Motabang, Kecamatan Lolak.
Jarak pusat kota ke pantai Bungin hanya 500-an meter. Bisa jalan kaki atau naik bentor. Dengan membayar Rp 5.000, anda akan diantar tukang bentor hingga ke dalam area pantai.
Lolak berjarak sekira 45 menit dari Kota Kotamobagu. Transportasi lancar. Tersedia angkutan umum yang melayani dari pagi hingga sore dengan tarif Rp 20 ribu per orang.
Jika anda dari Manado, bisa menggunakan kendaraan Damri. Lama perjalanan sekira tiga jam. Ongkos Rp 35 ribu per orang.
Pantai Bungin adalah paket wisata lengkap. Pantainya indah dengan pasir putih dan pemandangan eksotik.
• Kepala Dikbud Boltim Tegaskan Kepala Sekolah Wajib Menguasai Aplikasi Dapodik
• Penglima Harus Siap Bawa Pasangan Berkah Menang 85 Persen di Kecamatan Bolaang Uki
• Batu Burik Berwarna Hitam Ini Ternyata Berharga Rp 3 Miliar, Fakta Seputar Batu itupun Terungkap
Bisa mandi atau foto foto. Pesisirnya bisa dijadikan tempat olahraga karena luas. Biasanya pengunjung bermain sepakbola atau adu balap.
Wisata kuliner pun tersedia. Warung - warung di pesisir pantai menawarkan makanan ringan seperti pisang goroho, mie instan, kopi, teh dan lainnya.
Tak hanya itu. Pantai tersebut juga jadi check point menuju ke pulau Molosing yang berjarak sekira satu kilo dari pantai. Berukuran kecil, pulau itu kaya akan keindahan.
Banyak spot foto di sana. Jika beruntung, anda akan bertemu dengan penyu yang menjadikan pulau itu sebagai tempat bertelur.
• Kiat Wanita Cantik Anggella Tesalonika Tombuku, Jaga Kebugaran di Tengah Pandemi
• Partai Hanura Sulut Konsolidasi Organisasi, Persiapan Pemilihan Ketua DPD
Pesona Bungin tak hanya sampai di situ. Bagi warga yang hobi memancing, area sekitar pulau Molosing adalah surga.
Ikan kecil dan besar bertebaran di sana menanti turunnya mata kail.
Tribun Manado berkunjung ke pulau itu pada Minggu (11/10/2020) sore.
Hujan baru saja reda ketika Tribun tiba di sana.
Ada pos penjaga di pintu masuk pantai. Seorang penjaga wanita menagih biaya masuk sebesar Rp 5.000.
• Rafathar Ngadu ke Ibunda Nagita Slavina, Sebut Tak Lagi Diurus Raffi Ahmad Lantaran Sibuk Bekerja
Ia berpesan agar Tribun melakukan 3 M. Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. 3M. Itulah slogan yang lagi ngetop di Bolmong di masa pendemi dan pilkada saat ini.
Pantai kala itu lagi ramai. Lokasi parkir padat oleh kendaraan roda dua dan empat.
Sepanjang mata memandang, nampak manusia.
Di pantai, pesisir, kios maupun di atas jalan paving yang menyambung area pantai dan pedesaan.
Di pantai, puluhan orang tengah menikmati deburan ombak yang datang bersamaan dengan air pasang.
Nampak mencolok, sekelompok warga berpegangan tangan menanti datangnya gulungan ombak yang berukuran besar.
• Tanggapi Pengakuan Mahasiswa UGM Dipukul saat Demo, Susi Pudjiastuti Menangis, Netizen: Miris Kan Bu
Mereka bergembira kala dihempas gulungan ombak. Peristiwa itu diabadikan seorang pria dari pesisir.
Ia memegang ponsel dan membungkuk, mirip sniper yang mengincar musuh.
Pesisir dipenuhi oleh warga yang berfoto atau selfie.
Seorang balita tertatih tatih berjalan. Sesekali ia berlari. Ayahnya mengikuti dari samping.
Sang ibu berada di depan dan merekam adegan tersebut.
• Aktris Cantik Cewek James Bond Meninggal Dunia, Sosok Model Emas yang Jadi Pujaan
Di pojok lain, sekelompok pemuda asyik bermain sepakbola.
Pondok - pondok di pesisir pantai dipadati warga. Ada yang memesan makanan dan minuman. Ada pula yang duduk santai sambil menatap langit yang kala itu penuh rona merah dan semburat kelabu.
Salah satu pondok dijadikan mirip pub. Speaker berukuran besar dipasang. Lagu cadas
diputar dan para pemuda sekeliling pondok itu berjoged.
Tribun duduk di salah satu pondok. Memesan pisang goroho goreng lengkap dengan dabu - dabunya.
Sepiring pisang goroho dijual seharga Rp 10 ribu.
Rasanya renyah. Dabu dabunya pedas tapi tak sampai membuat bibir perih.
• Kabar Duka, Pengusaha Sukses Robby Sumampouw Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan di RS Singapura
Mungkin satu - satunya kelemahan pantai ini adalah susah sinyal. Internet susah diakses.
Tribun tak bisa membaca novel dari internet.
Padahal suasananya pas. Ada keheningan dan keindahan.
Terpaksa Tribun membuka file musik dan memutar lagu klasik Blue Danube karya Strauss.
Hanyut dalam keindahan alam dan musik, warga tampak seperti sedang berdansa Waltz di pesisir.
Pemilik kios tersebut bernama Amna. Ia warga Motabang asli.
Dulunya Amna hanya ibu rumah tangga. Ketika tempat wisata itu dibuka beberapa tahun lalu,
Amna beralih jadi pengusaha kecil - kecilan. Omzetnya lumayan. "Jika ramai bisa sampai 800
ribu hingga sejuta per hari," katanya.
Masa covid-19 sempat mematikan usaha Amna.
• Jika Anda Mengoleskan Bawang Merah di Leher Sebelum Tidur, Hal ini Akan Terjadi, Jangan Kaget!
Pantai itu ditutup. Ia sempat frustasi karena kehilangan pendapatan.
Kini, di era new normal, pantai tersebut dibuka lagi dengan protokol Covid-19 ketat. Usaha Amna berangsur pulih.
Semakin banyak kios yang dibuka. Persaingan pun semakin ketat.
Amna pasang kiat agar bisa meraih pengunjung.
"Saya bikin masakan yang enak dan pelayanan yang ramah," kata dia.
Sebut Amna, banyak pelanggannya yang datang dari Kotamobagu. Mereka pelanggan tetap yang
datang tiap akhir pekan.
• Tanggapi Pengakuan Mahasiswa UGM Dipukul saat Demo, Susi Pudjiastuti Menangis, Netizen: Miris Kan Bu
Salah satunya Rusdi Paputungan. Pria yang berprofesi sebagai ASN ini mengatakan, pantai itu pas sebagai sarana rekreasi keluarga.
"Ada tempat mandi, bermain, foto - foto dan makan," kata dia.
Foto foto paling sering dilakukannya di tempat itu.
Mereka sekeluarga berfoto di pesisir pantai dengan latar belakang pulau molosing. "Apalagi kalau jelang matahari terbenam, sangat indah. Salah satu foto saya bingkai," kata dia.
Bosan di pantai, bersegeralah ke pulau. Naik perahu dengan ongkos sewa 20 ribu per orang.
Hadi Modeong salah satu tukang perahu mengatakan, pulau itu punya banyak spot foto indah.
"Banyak yang gelar foto wedding di sini," katanya.
Daya tarik lainnya pulau ini adalah penyu. Penyu berukuran raksasa bisa muncul secara tiba tiba. "Dia muncul saat hujan atau cuaca buruk," kata dia.
• Menurun, Harga Emas Antam Senin 12 Oktober 2020, Tembus Angka Rp 1.017.000 per Gramnya
Ungkap Modeong, perjalanan ke pulau itu bisa lanjut ke lokasi mancing di perairan sekitar pulau itu. Tentu dengan biaya tambahan.
"Ikannya besar besar. Pernah seorang dari Manado memancing dua hari dua malam. Ia dapat ikan yang banyak," kata dia.
Bagi Modeong dan warga lainnya, pantai dan pulau itu menyelamatkan hidupnya.
Mereka beranjak dari kemiskinan berkat rezeki dari objek wisata. "Kami dulunya hanya nelayan dan tukang dengan penghasilan pas pasan," ujarnya. (art)
• Jennifer Jill Blak-blakan Ngebet Ingin Punya Anak dari Ajun Perwira, hingga Ingin Lakukan Hal Ini
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pantai-bungin-indah.jpg)