Breaking News:

Prostitusi Online

Polres Minsel Berhasil Bongkar Kasus Prostitusi Online di Wilayah Amurang

penangkapan para tersangka berawal dari adanya laporan warga bahwa di wilayah Amurang marak terjadi kasus prostitusi online

Istimewa
Polres Minsel Berhasil Bongkar Kasus Prostitusi Online 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, Kasubag Humas Polres Minsel Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang menggelar konferensi pers kasus prostitusi online di Wilayah Amurang, Rabu (07/10/2028).

Iptu Robby Tangkere kepada sejumlah wartawan mengatakan, penangkapan para tersangka berawal dari adanya laporan warga bahwa di wilayah Amurang marak terjadi kasus prostitusi online.

Sehingga anggota Polsek Amurang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salah satu tersangka bernisial VB usia 24 tahun warga Desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel.

"Dari penangkapan ini maka Anggota Polsek melakukan pengembangan dan berhasil menangkap kembali dua tersangka lainnya. Tersangka RT usai 23 tahun dan tersangka RS usia 26 tahun, mereka diamankan di rumahnya masing-masing di Desa Ranoketang Tua," kata dia.

Pjs Bupati Minut Clay Dondokambey Dukung Pembangunan TPA Regional di Minut

Advokat Ini Uji Keberanian Pjs Wali Kota Terkait Masalah Ini

Puluhan Mahasiswa Unima Gelar Demo, Titof: Kampus Akan Tindak Tegas Jika Terjadi Aksi Anarkis

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara mengatakan bahwa para tersangka beroperasi secara berpindah-pindah wilayah.

Di wilayah Amurang mereka sudah lebih dari tiga bulan terakhir.

"Ini kasus sudah sering terjadi di wilayah Sulawesi Utara, namun untuk wilayah Minsel sendiri baru kali ini," kata Kasat Reskrim Polres Amurang.

Para tersangka ini melakukan aksi prostitusi lewat aplikasi. Mereka kemudian menawarkan para perempuan kepada para pelanggan di aplikasi.

Demo di DPRD Kotamobagu: Mahasiswa Naiki Meja Anggota Dewan hingga Bentrok dengan Aparat

Kepala Kemenag Sulawesi Utara Anwar Abubakar Kunjungi Kantor Tribun Manado

Selain tiga tersangka ini, pihak kepolisian sudah mengantongi nama tersangka lainnya. "Yang saat ini masih diburu pihak kepolisian namun identitas tersangka lainnya masih disembunyikan," ujarnya.

Ketiga tersangka diamankan di waktu dan lokasi yang berbeda.

Dari tangan para tersangka, Kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa Tiga HP merk samsung yang dijadikan sebagai sarana transaksi, Tiga alat kontresepsi dan hasil chatingan transaksi lewat aplikasi.

Cerita Guru Honorer Cantik di Sangihe, Meigalani Jayanti Sede, Mengajar Daring dan Luring

Kapolsek Amurang Iptu. Wensy Saerang mengatakan bahwa tiga tersangka digerati dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Atas perbuatan para tersangka, maka para tersangka dijerat Dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. Dengan amcaman human maksimal 15 tahun dan denda 600 juta rupiah," papar kapolsek.

Tersangka VB dan RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK kepada para pelangan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online.

"Tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK juga berperan sebagai perekrut perempuan yang dijadikan PSK," pungkasnya.

Tekankan Protokol Kesehatan Saat Pilkada, Ini Kata Kapolres Bolmut

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved