Breaking News:

Mahfud MD Menduga Ada 2 Kepentingan Atas Tewasnya Pendeta di Intan Jaya yang Ditembak KKB Papua

Sehingga ada dugaan juga, ini dugaan saja nanti masih diselidiki jangan-jangan dia dibunuh oleh kelompok separatis itu, lalu dituduhkan

Editor: Finneke Wolajan
Istimewa
Kelompok bersenjata Papua kembali beraksi di Intan Jaya Papua Kamis (17/9/2020). Warga sipil dan prajurit TNI menjadi korban. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mahfud MD menduga ada dua kepentingan atas tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya Papua pada 19 September 2020 lalu.

Dasar dari dugaan tersebut, kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, adalah Pendeta Yeremia selama ini dikenal pro terhadap NKRI.

Hal itu diungkapkan Mahfud saat konferensipl pers secara virtual pada Jumat (2/10/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD (FOTO ANTARA)

"Apalagi pendeta Yeremia ini adalah orang yang selama ini dikenal sebagai pro NKRI begitu.

Sehingga ada dugaan juga, ini dugaan saja nanti masih diselidiki jangan-jangan dia dibunuh oleh kelompok separatis itu, lalu dituduhkan.

Ada dua kepentingan di situ, pembunuhan terhadap Yeremia. Pertama karena dia mendukung NKRI.

Yang kedua ada alasan untuk menuduh, begitu," kata Mahfud.

Namun demikian, Mahfud mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan resmi dari Kepolisian karena proses hukum masih berjalan.

Proses evakuasi jenazah Serka Sahlan ke Nabire, Intan Jaya, Papua, Jumat (18/9/2020).
Proses evakuasi jenazah Serka Sahlan ke Nabire, Intan Jaya, Papua, Jumat (18/9/2020). (Dok Humas Polres Intan Jaya)

Berdasarkan informasi yang diterimanya sejauh ini, jejak-jejak pelaku tertentu terkait pembunuhan pendeta Yeremia masih sulit ditemukan.

"Kemudian sulit, misalnya, aparat itu untuk melihat jenazah Yeremia itu sampai kemarin belum bisa karena tidak boleh melihat dan langsung dikuburkan. Sementara keterangan yang muncul pada pagi hari dan sore hari dari istrinya itu juga berbeda," kata Mahfud.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved