Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gatot Nurmantyo cs Cekcok di TMP, Eks Danjen Kopassus: Jangan Mentang-mentang Pangkat Jenderal

Ia mengingatkan kepada para purnawirawan agar jangan mentang-mentang pangkat jenderal lalu meneriakkan komando di tempat yang tidak semestinya

Editor: Finneke Wolajan
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana bentrok di depan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020) usai kegiatan nyekar Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dilakukan bersama rombongan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak pihak menyorot cekcok antara Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dengan Komandan Kodim (Dandim) Jakarta Selatan Kolonel inf Ucu Yustia.

Cekcok ini terjadi ketika Gatot Nurmantyo cs hendak memasuki komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020) siang.

Mantan Danjen Kopassus yang juga Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar angkat suara.

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Agum Gumelar saat ditemui usai menghadiri sebuah diskusi terkait ketahanan nasional di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Agum Gumelar saat ditemui usai menghadiri sebuah diskusi terkait ketahanan nasional di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017). (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Agum menyayangkan sikap para purnawirawan yang memaksakan masuk ke komplek TMP Kalibata hingga terjadi ceksok sengit.

Ia mengingatkan kepada para purnawirawan agar jangan mentang-mentang pangkat jenderal lalu meneriakkan komando di tempat yang tidak semestinya.

Sebagai Ketua PEPABRI, Agum Gumelar juga mengaku, apa yang dilakukan Gatot Nurmantyo cs tanpa sepengetahuan organisasinya.

Karena itu, ia pun merasa kecewa. Apalagi sampai kejar-kejaran dengan mahasiswa di akhir acara Gatot Nurmantyo cs.

Menurutnya, Gatot Nurmantyo cs terlihat sangat memaksa untuk masuk dan melakukan deklarasi di halaman TMP Kalibata itu.

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menyatakan, tidak seharusnya purnawirawan TNI bersikap memaksa seperti itu.

"Terus terang saja, saya merasa prihatin dan bahkan kesal melihat kejadian itu.

Terutama untuk mereka yang kemarin mengenakan baret merah dengan gagah perkasa.

Saya ini mantan Danjen Kopassus," kata Agum dalam wawancaranya di Kompas TV, Jumat (2/10/2020).

"Seharusnya mereka itu menjadi prajurit baret merah yang dicintai dan mencintai rakyat.

Ini malah kejar-kejaran dengan mahasiswa.

Apa itu," ungkap Agum menyatakan kekecewaannya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved