Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Heboh

Perang Pecah Antara Azerbaijan dan Armenia, Masalah Teritorial Nagorny Karabakh Akarnya

Dari konflik ini, pada Minggu (27/09/2020) dilaporkan sebanyak 23 orang tewas.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
Armenian Defense Ministry via AP
Foto udara yang dirilis Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, menunjukkan ketika tentara mereka menghanguskan tank Azerbaijan di garis depan wilayah yang dikuasai separatis di Nagorny Karabakh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BAKU - Perang antara Azerbaijan dan Armenia pecah.

Dari konflik ini, pada Minggu (27/09/2020) dilaporkan sebanyak 23 orang tewas.

Korban ini adalah warga sipil dan militer.

Konflik itu terjadi di kawasan Nagorny Karabakh, bagian selatan Kaukasus.

Konflik terpanas sejak 2016 itu berpotensi menjadi gesekan skala besar,

dengan PBB hingga Amerika Serikat (AS) menyerukan perundingan.

Adapun akar perselisihan ini terjadi karena masalah teritorial Nagorny Karabakh,

di mana Yerevan mendukung kelompok pemberontak di sana.

Kantor jaksa agung Azerbaijan menyatakan, lima orang anggota

keluarga tewas ketika separatis Armenia mengebom desa bernama Gashalty.

Sementara separatis di Karabakh menuturkan, 16 anggota mereka,

seorang perempuan dan satu anak-anak tewas, serta 100 lainnya terluka.

Dilansir AFP dan Sky News, Minggu (27/9/2020), kedua kubu juga

mengeklaim bahwa mereka saling menjatuhkan persenjataan dalam perang.

Yerevan, misalnya. Mereka mengaku sudah menjatuhkan

dua helikopter dan tiga tank milik musuh.

Begitu juga dengan kementerian pertahanan pemberontak.

Separatis di Nagorny Karabakh menyatakan, mereka menghancurkan

empat helikopter, 15 drone, serta 10 tank milik Azerbaijan.

Baku melalui juru bicara kepresidenan, Hikmet Hajiyev, mengeklaim

bahwa mereka berhasil merebut sebuah gunung strategis milik musuh.

Dalam konferensi pers, Hajiyev berujar Puncak Murovdag setinggi 3.000 meter

itu dipakai sebagai jalur transportasi dan komunikasi musuh.

Berbagai pihak di dunia pun meminta kepada dua negara pecahan

Uni Soviet tersebut untuk menghentikan konflik dan duduk semeja.

Rusia menyatakan, Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri 

Armenia Nikol Pashinyan mendiskusikan situasi melalui percakapan telepon.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menginisiasikan langkah agar

kedua pihak melakukan gencatan senjata, serta berunding guna mencari solusi.

Kemudian AS melalui kementerian luar negerinya juga mengaku

telah menghubungi kedua kubu agar menghentikan tembak

menembak dan segera bernegosiasi.

Wilayah Nagorny Karabakh direbut oleh separatis dari etnis Armenia 

dalam perang di periode 1990-an, yang merenggut nyawa 30.000 orang.

Upaya untuk meredam salah satu konflik mematikan sejak kejatuhan

Soviet tersebut kolaps sejak gencatan senjata pada 1994.

(Kompas.com)

BERITA PILIHAN EDITOR :

Kecelakaan Maut Tadi Malam, Wanita Muda Tewas Ditabrak Truk CPO Sang Sopir Langsung Menyerahkan Diri

Tabrakan Maut Minggu Sore Kemarin, Ayah dan Anak Tewas Ditempat Usai Terjadi Kecelakaan Beruntun

Pjs Bupati Meiki Onibala Dongkol Ulah Jajaran Pemkab Minsel, Merasa tak Disambut

TONTON JUGA :

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perang Azerbaijan dan Armenia Pecah di Nagorny Karabakh, 23 Orang Tewas", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved