Berita Manado
DLH Manado Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Insinerator, Franky Angkat Bicara
Hingga kini baru ada lima insinerator dan semuanya belum berfungsi dengan baik.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Alexander Pattyranie
sampah yang ada di Manado khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.
Sampah di Manado sendiri per hari bisa mencapai 450 ton
dan jumlah tersebut bisa menyentuh angka 800 ton ketika natal.
"Tapi karena belum bisa berfungsi akhirnya kami menggunakan
alat besar yakni ekskavator," jelas Franky.
Terkait penanganan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Mantan
Kadis DLH, Tresje Mokalu tentang pengadaan alat ini,
Franky enggan berkomentar banyak.
"Kalau kasus tersebut silakan ditanyakan ke Kejari Manado langsung saja.
Tapi saya menjamin penanganan sampah di Manado tetap
berjalan dan tidak terhalang," ujarnya.
Franky mengatakan memang pengadaan alat tidak ada masalah
dan spesifikasi alat sudah sesuai anggaran.
(Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri)
BERITA PILIHAN EDITOR :
• Dikenal Kejam di Desa, Pria Ini Tewas Dikeroyok Tetangga, Warga Tolak Dikubur: Anggap yang Mati Sapi
• Kecelakaan Tadi Dini Hari Jumat 25 September Mobil Pajero Sport Terguling, Lokasi Berceceran Darah
• Sosok Letjen Purn Muhammad Yunus Yosfiah, Orang Pertama yang Melarang Pemutaran Film G30S/PKI
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dlh-manado-tersandung-kasus-dugaan-korupsi-pengadaan-insineratorfranky-angkat-bicara.jpg)