Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Trump Serang China saat Pidato di PBB, Minta Pertanggungjawaban China

Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyalahkan China atas pandemi virus corona dalam pidatonya.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
Reuters
Donald Trump Minta Bantuan Presiden China Xi Jinping untuk Menangi Pilpres AS 2020 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyalahkan China atas pandemi virus corona dalam pidatonya Selasa (22/9/2020) waktu setempat. Kemarahan Trumph diungkapkan saat ketua PBB memperingatkan terhadap adanya " Perang Dingin" baru antara kedua negara berpengaruh di dunia tersebut.

Jokowi Khawatir Dunia Goyah Gara-gara Covid-19

Pada Sidang Umum yang diadakan hampir seluruhnya virtual karena Covid-19, Trump menyampaikan pidato dalam mode penuh kampanye pemilihan presiden, bahkan menggunakan istilah " virus China".

"Kita harus meminta pertanggungjawaban negara yang menyebarkan wabah ini (virus corona) di dunia, China," ujar Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB seperti dilansir kompas.com  melalui AFP.

Mengutip AFP, dalam pesan yang direkam dan diputar pada pertemuan tahunan PBB, Trump menuduh Beijing mengizinkan virus corona, meninggalkan China dan menginfeksi dunia."PBB harus meminta pertanggungjawaban China atas tindakan mereka.Kita harus meminta pertanggungjawaban bangsa yang melepaskan wabah ini ke dunia," katanya.

Trump menuduh China hanya menjaga kepentingannya sendiri ketika virus yang berpotensi mematikan itu pertama kali muncul di kota Wuhan akhir tahun lalu.

"Pemerintah China, dan Organisasi Kesehatan Dunia - yang secara virtual dikendalikan oleh China - secara keliru menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.Nanti, mereka secara keliru mengatakan orang tanpa gejala tidak akan menyebarkan penyakit," tambahnya.

Para pemimpin dunia berbicara secara virtual ke sesi Sidang Umum PBB di New York, karena pembatasan di tengah pandemi Covid-19.Trump, yang sering meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh virus itu, sebelumnya mengatakan dia akan tetap hadir namun akhirnya berubah pikiran.

Dalam kesempatan sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan semua negara mendapat "akses yang setara" terhadap vaksin Covid-19.Dalam pidato perdananya pada sidang Majelis Umum PBB sejak menjabat sebagai presiden pada 2014, Jokowi mengatakan vaksin akan menjadi "game changer" dalam perang melawan pandemi.

Sah! Tukang Jahit Vs Anak Presiden di Pilkada Solo

"Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau. No country should be left behind," ujarnya.

Pemerintah Indonesia dipastikan terus berkoordinasi intensif dengan Industri Farmasi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan obat untuk menghadapi pandemi Covid-19.Dalam siaran pers Kementerian Kesehatan kemarin, dinyatakan bahwa sebagian besar obat tersebut telah diproduksi oleh industri farmasi nasional dan bahan bakunya telah masuk ke Indonesia sejak awal April 2020.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt., M.Biomed mengatakan hingga kemarin obat-obatan telah didistribusikan ke 746 rumah sakit di 34 provinsi.''Sampai dengan 21 September 2020, obat untuk penanganan COVID-19 sudah didistribusikan ke 34 dinkes provinsi dan 746 RS,'' ujar Engko.

Selain itu, Engko melanjutkan, tak hanya obat-obatan, Kementerian Kesehatan juga membantu penyediaan alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga untuk penanganan COVID-19.Kemenkes mencatat terdapat peningkatan signifikan jumlah produsen alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga untuk penanganan COVID-19.

Seperti, masker, APD (Gown), Surgeons Gloves, Ventilator, Thermometer IR, Transport Culture Medium, Dacron Swab, Rapid Test Covid-19 dan Hand Sanitizer, mulai dari Februari hingga September 2020.

Sevilla vs Bayern Muenchen: Penyempurna Gelar Juara

- Produsen Masker meningkat 707,69% dari semula 26 industri menjadi 210 industri;

- Produsen APD (Gown) meningkat 4742,86% dari hanya 7 industri menjadi 339 industri;

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved